Bandung Conference Series: Pharmacy
95 - 104

Optimasi Isolasi Albumin dari Belut (Monopterus Albus) Menggunakan Metode Heating Shock

Aqilah Adelingga Wijaya (Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Bertha Rusdi (Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia)
Arlina Prima Putri (Prodi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Islam Bandung, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. The swamp eel (Monopterus albus) is a potential source of albumin that can be developed as a raw material for albumin isolation. This study aimed to optimize the isolation of albumin from swamp eel using the heat-shock method with variations in temperature and heating time. Optimization was carried out using Response Surface Methodology (RSM) where temperature and time served as variables and albumin yield as the response variable. The results showed that temperature had a significant effect on albumin yield (p<0.05), whereas heating time and the interaction between temperature and time had no significant effect (p>0.05). The optimum condition for albumin isolation was predicted to be at a temperature of 80°C and a heating time of 75 minutes, resulting in an albumin yield 0,4546 %. SDS-PAGE analysis showed the presence of a protein band in the 60–72 kDa range, which was presumed to be albumin based on its molecular weight of approximately 66–67 kDa. Therefore, temperature was identified as the most influential factor affecting albumin isolation using the heat-shock method. Abstrak. Belut (Monopterus albus) merupakan salah satu sumber albumin yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku isolasi albumin. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi isolasi albumin dari belut menggunakan metode heat shock dengan variasi suhu dan waktu pemanasan. Optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) dengan suhu dan waktu sebagai variabel serta rendemen albumin sebagai respons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berpengaruh signifikan terhadap rendemen albumin (p < 0,05), sedangkan waktu dan interaksi suhu-waktu tidak berpengaruh signifikan (p > 0,05). Kondisi optimum isolasi albumin diprediksi pada suhu 80 °C dan waktu 75 menit dengan rendemen sebesar 0,4546%. Hasil identifikasi menggunakan SDS-PAGE menunjukkan adanya pita protein pada kisaran 60–72 kDa yang diduga merupakan albumin, sesuai dengan rentang berat molekul albumin sekitar 66–67 kDa. Dengan demikian, suhu merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam proses isolasi albumin menggunakan metode heat shock.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSP

Publisher

Subject

Chemistry Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Bandung Conference Series: Pharmacy (BCSP) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Farmasi dengan ruang lingkup Airlock system Kanker, Alcohol, Antelmintik, Antigastritis drugs, Antioksidan, Artemia franciscana, Ascaris suum, Cacing babi ...