Maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja Indonesia menjadi persoalan sosial yang tidak dapat diabaikan. Dampaknya meluas, tidak hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, melainkan juga oleh lingkungan keluarga, institusi pendidikan, dan tatanan sosial masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam faktor-faktor yang mendorong terjadinya pergaulan bebas, berbagai konsekuensi yang ditimbulkannya, serta merumuskan strategi penanggulangan yang tepat berdasarkan pendekatan kebijakan sosial dan pendidikan. Pendekatan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis dokumen dan hasil forum diskusi akademik. Temuan menunjukkan bahwa perilaku menyimpang ini bersumber dari faktor dalam diri remaja—seperti rapuhnya pengendalian diri dan krisis jati diri—maupun dari faktor luar, yaitu lemahnya pengawasan keluarga, tekanan kelompok sebaya, serta paparan konten digital yang tidak sesuai tahap perkembangan. Konsekuensinya mencakup kemerosotan moral, menurunnya capaian akademik, gangguan pada kesehatan jasmani dan mental, serta terganggunya relasi sosial. Penanganan yang berhasil mensyaratkan kolaborasi erat antara sekolah, keluarga, dan komunitas melalui penguatan pendidikan karakter yang membumi, peningkatan literasi digital, dan pembukaan ruang komunikasi yang sehat.
Copyrights © 2026