Pendidikan anak usia dini memerlukan pelaksanaan pembelajaran yang inovatif dan adaptif agar mampu mendukung proses belajar bermakna sesuai tuntutan paradigma baru. Namun, sebagian guru PAUD di TK Unggulan Raudhotul Jannah, Indramayu, masih mengalami keterbatasan dalam memahami dan mengimplementasikan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) yang selaras dengan standar proses terkini. Permasalahan tersebut terlihat dari dominannya penggunaan metode konvensional, lembar kerja anak (LKA), serta belum optimalnya penyusunan asesmen autentik yang berpusat pada anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan deep learning pada praktik pembelajaran PAUD. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan guru-guru TK Unggulan Raudhotul Jannah melalui tahapan identifikasi masalah, pemetaan kebutuhan, perencanaan program, pelatihan, workshop, pendampingan implementasi, monitoring, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait implementasi deep learning dari skor rata-rata 58 menjadi 85. Selain itu, terjadi perubahan praktik pembelajaran yang lebih berpusat pada anak melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek, kegiatan eksploratif, dan asesmen autentik. Pengabdian ini berkontribusi terhadap terbentuknya komunitas belajar guru dan munculnya local leader yang mendukung keberlanjutan inovasi pembelajaran di lingkungan PAUD. Dengan demikian, pendampingan implementasi deep learning mampu meningkatkan kapasitas guru sekaligus mendorong transformasi budaya pembelajaran PAUD yang lebih kolaboratif, reflektif, dan bermakna.
Copyrights © 2026