Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman subjektif penyintas percobaan bunuh diri pada fase sebelum dan sesudah kejadian serta menggambarkan hope berdasarkan aspek goals, pathways, dan agency. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri atas dua perempuan dewasa awal berusia 21-23 tahun yang merupakan penyintas percobaan bunuh diri dan berdomisili di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam sebanyak tujuh kali pertemuan, terdiri atas empat kali wawancara dengan An dan tiga kali dengan In. Wawancara dilakukan secara bertahap berdasarkan pedoman wawancara dengan mempertimbangkan kesiapan dan kenyamanan partisipan, dengan durasi maksimal lima menit pada An dan enam menit pada In. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan interpretasi teoritis berdasarkan teori hope Snyder. Kredibilitas data diperiksa melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sebelum percobaan bunuh diri ditandai tekanan psikologis, konflik interpersonal, permasalahan keluarga, dan perasaan putus asa yang mendorong partisipan memandang bunuh diri sebagai cara mengakhiri penderitaan. Hope pascakejadian dimaknai secara subjektif melalui goals berupa penetapan tujuan dan prioritas hidup, pathways berupa upaya menemukan strategi mencapai tujuan, serta agency berupa keyakinan dan dorongan untuk menjalankan kehidupan sesuai tujuan yang dipilih. Temuan ini menggambarkan dinamika hope berdasarkan pengalaman subjektif dua penyintas dan tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan pengaruh hope terhadap pemulihan atau risiko percobaan bunuh diri berulang.
Copyrights © 2026