Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Dua Remaja Pengguna TikTok dalam Menghadapi Loneliness: Studi Fenomenologi di Kecamatan Boliyohuto Nur Ni’mat Salsabila; Sitriah Salim Utina; Moh. Sarifudin S. Auna; Sitty Khairun Nisa T. Rauf; Imran Nihali
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi coping yang digunakan remaja pengguna TikTok dalam mengatasi loneliness, mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengurangi perasaan tersebut, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi munculnya loneliness pada remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif remaja terkait loneliness dalam konteks penggunaan media sosial TikTok. Informan penelitian terdiri atas dua remaja pengguna aktif TikTok yang berdomisili di Kecamatan Boliyohuto. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loneliness pada remaja ditandai oleh perasaan kosong, hampa, bosan, serta perasaan terasing dari lingkungan sosial. Munculnya loneliness dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kecenderungan melakukan social comparison terhadap konten yang ditampilkan di TikTok, kurangnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar, serta penggunaan TikTok yang berlebihan sehingga mengurangi kualitas interaksi sosial secara langsung. Dalam menghadapi kondisi tersebut, remaja menerapkan berbagai strategi coping yang mencakup emotion-focused coping dan problem-focused coping. Strategi emotion-focused coping dilakukan melalui penerimaan terhadap perasaan loneliness, menangis sebagai bentuk pelampiasan emosi, serta mengalihkan perhatian pada hiburan atau aktivitas tertentu. Sementara itu, strategi problem-focused coping diwujudkan dengan membatasi penggunaan TikTok, meningkatkan kesibukan melalui kegiatan positif, berolahraga, dan memperluas interaksi sosial secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja mampu menerapkan strategi coping yang adaptif untuk mengurangi dampak loneliness yang berkaitan dengan penggunaan TikTok serta meningkatkan kualitas hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Gambaran Hope Pada Wanita Dewasa Awal Penyintas Percobaan Bunuh Diri Di Kabupaten Bone Bolango Firnanda Permata Mohamad; Sitriah Salim Utina; Siti Nurjana Gani; Moh. Sarifudin S. Auna; Nursiti Aisyah
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman subjektif penyintas percobaan bunuh diri pada fase sebelum dan sesudah kejadian serta menggambarkan hope berdasarkan aspek goals, pathways, dan agency. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan terdiri atas dua perempuan dewasa awal berusia 21-23 tahun yang merupakan penyintas percobaan bunuh diri dan berdomisili di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam sebanyak tujuh kali pertemuan, terdiri atas empat kali wawancara dengan An dan tiga kali dengan In. Wawancara dilakukan secara bertahap berdasarkan pedoman wawancara dengan mempertimbangkan kesiapan dan kenyamanan partisipan, dengan durasi maksimal lima menit pada An dan enam menit pada In. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan interpretasi teoritis berdasarkan teori hope Snyder. Kredibilitas data diperiksa melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sebelum percobaan bunuh diri ditandai tekanan psikologis, konflik interpersonal, permasalahan keluarga, dan perasaan putus asa yang mendorong partisipan memandang bunuh diri sebagai cara mengakhiri penderitaan. Hope pascakejadian dimaknai secara subjektif melalui goals berupa penetapan tujuan dan prioritas hidup, pathways berupa upaya menemukan strategi mencapai tujuan, serta agency berupa keyakinan dan dorongan untuk menjalankan kehidupan sesuai tujuan yang dipilih. Temuan ini menggambarkan dinamika hope berdasarkan pengalaman subjektif dua penyintas dan tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan pengaruh hope terhadap pemulihan atau risiko percobaan bunuh diri berulang.