Krisis karakter multidimensi yang melanda generasi muda Indonesia pada tahun 2023 meliputi dekadensi moral, intoleransi, radikalisme digital, individualisme, dan lunturnya etika sosial menjadi tantangan serius bagi sistem pendidikan nasional di tengah arus globalisasi dan disrupsi teknologi yang tak terbendung. Pendidikan Islam sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi berkarakter, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala seperti pendekatan pembelajaran yang normatif-tekstualis, kurangnya integrasi nilai-nilai karakter secara sistematis dalam kurikulum, serta lemahnya sinergi antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran dan strategi pendidikan Islam dalam membentuk generasi berkarakter serta merumuskan model penguatan karakter yang efektif dan berkelanjutan pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, buku akademik, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan pendidikan Islam dan pembentukan karakter yang terbit pada tahun 2023 ke bawah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan Islam membentuk generasi berkarakter melalui tiga pilar utama: akhlak sebagai fondasi, adab sebagai implementasi, dan keteladanan sebagai metode. Strategi penguatan karakter diimplementasikan melalui penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran umum, serta implementasi kegiatan keagamaan secara rutin dan terstruktur. Metode yang efektif mencakup keteladanan guru, pembiasaan ibadah harian, pendekatan personal dan kontekstual, serta pemanfaatan media digital secara kreatif. Faktor pendukung utama meliputi komitmen seluruh warga sekolah, dukungan keluarga dan masyarakat, serta kebijakan pendidikan yang kondusif, sementara faktor penghambat utama terdiri dari pengaruh negatif media sosial, kesenjangan literasi digital, dan kurangnya peran serta orang tua. Kontribusi teoretis penelitian ini adalah pengembangan Model KARAKTER-ISLAM sebagai kerangka komprehensif pendidikan Islam berbasis karakter yang mengintegrasikan dimensi akhlak, adab, dan keteladanan secara simultan.
Copyrights © 2024