Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remajaperempuan dan ditandai dengan munculnya berbagai gejala fisik, emosional, dan perilaku pada fase luteal siklusmenstruasi. Salah satu keluhan fisik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari adalah nyeri. ProgressiveMuscle Relaxation (PMR) merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dilakukan melalui prosesmenegangkan dan melemaskan kelompok otot secara bertahap sehingga membantu menghasilkan kondisirelaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas PMR terhadap penurunan nyeri pada remajadengan PMS. Penelitian menggunakan desain quasi experimental one group pretest-posttest design. Sampelberjumlah 30 siswi SMA di Yogyakarta yang dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi PMRdiberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali per minggu dan durasi 10–15 menit setiap sesi. Tingkat nyeridiukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan menggunakan Shapiro-Wilk Test dandilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Rata-rata skor nyerisebelum intervensi sebesar 2,03 ± 0,809 dan setelah intervensi menjadi 2,67 ± 0,479. Hasil uji Wilcoxonmenunjukkan Z = −3,934 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05). Terdapat perubahan tingkat nyeri yang signifikansetelah pemberian PMR. Berdasarkan sistem pengkodean tingkat nyeri yang digunakan dalam penelitian,perubahan skor menunjukkan penurunan tingkat nyeri. PMR dapat menjadi salah satu intervensinonfarmakologis untuk membantu mengurangi nyeri pada remaja dengan PMS.
Copyrights © 2026