Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen stres atlet panjat tebing pada fase pra-kompetisi melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian melibatkan dua atlet panjat tebing berprestasi tingkat nasional di Yogyakarta sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres pra-kompetisi didominasi oleh aspek kognitif, berupa kecemasan terhadap performa, overthinking, dan gangguan tidur yang mencapai puncaknya pada H-1 sebelum pertandingan. Sumber stres terutama berasal dari ekspektasi diri, tuntutan mempertahankan prestasi, dan evaluasi sosial. Strategi coping yang diterapkan masih bersifat reaktif dan belum terintegrasi dalam program latihan mental yang sistematis, sehingga efektivitas regulasi emosi jangka panjangnya masih terbatas. Sementara itu, dukungan sosial dari pelatih, keluarga, dan rekan tim berperan sebagai faktor protektif yang meningkatkan kepercayaan diri, namun juga berpotensi menimbulkan ketergantungan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan psikologis atlet belum optimal dan memengaruhi stabilitas performa. Oleh karena itu, diperlukan integrasi program latihan mental yang terstruktur guna meningkatkan kesiapan psikologis dan konsistensi performa atlet.
Copyrights © 2026