Kualitas udara dalam ruang merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat pada fasilitas pelayanan kesehatan. Konfigurasi return air pada sistem VRF, yaitu return duct dan return plenum, memengaruhi distribusi partikulat di dalam ruangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kedua konfigurasi tersebut terhadap kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 dan PM10 di Klinik Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif melalui pengukuran selama lima hari pada tiga variasi fan speed (low, medium, dan high). Data dianalisis menggunakan nilai rata-rata, ISPU, uji Shapiro–Wilk, dan Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2.5 pada sistem return plenum berada pada rentang 3,71–3,96 µg/m³, sedangkan sistem return duct menghasilkan konsentrasi 0.76–6.25% lebih rendah. Konsentrasi PM10 pada sistem return plenum berada pada rentang 5,73–7,07 µg/m³, sedangkan sistem return duct menghasilkan konsentrasi 0.31–12.16% lebih rendah. Seluruh hasil pengukuran termasuk kategori Baik berdasarkan ISPU, sedangkan uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p > 0,05).
Copyrights © 2026