Latar Belakang: Prevalensi hipertensi meningkat berbanding lurus dengan ancaman komplikasi stroke. Risiko ini memburuk jika perilaku perawatan mandiri (self-care) pasien dalam mengendalikan tekanan darah tidak optimal. Rendahnya perilaku self-care diduga kuat berkaitan erat dengan tingginya kejadian stroke mendadak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara self-care dengan risiko stroke pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 53 responden di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarami Palembang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) dan Stroke Risk Scorecard dari National Stroke Association (NSA). Uji signifikansi menggunakan analisis Kendall’s Tau-B. Hasil: Responden yang memiliki tingkat self-care baik (54,9%), tingkat risiko stroke didominasi oleh kategori tinggi (75,5%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p-value = 0,009 dengan koefisien korelasi sebesar -0,334. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan dengan arah negatif antara perilaku self-care dan risiko stroke. Semakin optimal pasien menerapkan self-care, semakin rendah risiko serangan stroke. Edukasi kesehatan dan pendampingan keperawatan yang berkelanjutan di layanan primer sangat direkomendasikan untuk manajemen hipertensi yang komprehensif untuk mengurangi Risiko stroke.
Copyrights © 2026