Latar belakang: Infeksi saluran reproduksi (ISR) pada wanita usia subur (WUS) masih menjadi masalah kesehatan karena menimbulkan keluhan seperti keputihan patologis, gatal, bau tidak sedap, rasa perih, dan nyeri, serta berpotensi menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah personal hygiene organ reproduksi, termasuk cara membersihkan area genital, kebiasaan mengganti pakaian dalam/pembalut, dan penggunaan bahan pembersih yang berisiko mengganggu keseimbangan flora normal. Tujuan Peneitian: mengetahui hubungan personal hygiene organ reproduksi dengan kejadian ISR pada WUS di wilayah kerja Puskesmas X. Metode penelitian: menggunakan desain kuantitatif cross sectional dengan total sampling pada 42 WUS yang memenuhi kriteria inklusi–eksklusi. Data personal hygiene dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai indikator praktik kebersihan genital (arah cebok, frekuensi membersihkan, cara mengeringkan setelah BAK/BAB, kebiasaan mengganti pakaian dalam, jenis bahan pakaian dalam, kebiasaan mengganti pembalut, serta penggunaan sabun pembersih/douching). Kejadian ISR diukur berdasarkan riwayat/keluhan khas dan riwayat diagnosis/kunjungan pelayanan kesehatan sesuai definisi operasional. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: menunjukkan 24 responden (57,1%) memiliki personal hygiene baik dan 18 responden (42,9%) kurang baik. ISR terjadi pada 5 responden (20,8%) dengan hygiene baik dan 11 responden (61,1%) dengan hygiene kurang baik. Uji Chi-Square menghasilkan p=0,001, dengan OR=6,7 (95% CI: 1,8–24,6). Kesimpulan: bahwa personal hygiene organ reproduksi berhubungan signifikan dengan kejadian ISR; hygiene kurang baik meningkatkan risiko ISR pada WUS.
Copyrights © 2026