Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PREDIKTOR PPREEKLAMPSI BERAT DITINJAU DARI KADAR ZINK RAMBUT, TEKANAN DARAH, PROTEIN URIN DAN BERAT BADAN Ira Suryanis; Dian Eka Nursyam; Diane Marlin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i1.2343

Abstract

ABSTRAK  Latar Belakang Preeklampsia adalah komplikasi utama dalam kehamilan dan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 16% kematian yang disebabkan oleh preeklampsia di negara-negara berkembang (Cunningham, 2014). Angka kematian ibu yang disebabkan oleh hipertensi, PE dan eklamsi di Sumatera Barat yaitu sekitar 44,8% dan terus mengalami peningkatan. Selama kehamilan akan ada perubahan metabolisme ibu, perubahan ini diperlukan untuk perkembangan janin. Ketidakcukupan makronutrien dan mikronutrien dapat mengganggu kehamilan dan hasil kehamilan yang buruk (Maria T et al, 2014; Kanagal DV et al, 2014). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat digunakan sebagai prediktor terjadinya preeklamsia berat pada wanita hamil dengan preeklamsia ringan pada usia kehamilan ≥ 34 minggu (PEAL), variabel yang diteliti adalah Zink Rambut, Tekanan Darah, Berat Badan , Protein dan diukur dua kali pada saat penelitian Metode Penelitian ini menggunakan desain kohort, penelitian dilakukan di layanan kesehatan di Bidan Praktek Mandiri dan pusat kesehatan masyarakat di Kota Padang. Sampel penelitian ini adalah wanita hamil yang datang ke layanan kesehatan kota Padang diikuti sampai melahirkan dan melakukan dua pemeriksaan dengan kriteria inklusi: usia kehamilan ≥ 34 minggu, janin tunggal, tekanan darah ≥ 140/90 dan proteinuria (+1) pada tes dipstick Hasil Dalam tabel 1.1 dapat dilihat bahwa tingkat Zinc Rambut rata-rata pada wanita hamil preeklampsia adalah 210,317 ± 66,7ng / ml. Berat badan ibu rata-rata adalah 1,7 ± 0,78 dan skor rata-rata Protein 1 adalah 1,00 ± 0,00, rata-rata Sistolik adalah 131 ± 3,05 dan Diastole adalah 90,0 ± 0,00 Kesimpulan Ada korelasi antara protein urin, berat badan, tekanan darah diastole pada tubuh pada preeklamsia berat Saran Dengan diketahui prediktor preeklamsi yang memiliki hubungan yang seperti protein urin, berat badan dan tekanan darah dengan terjadinya preeklamsi, diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat mengunakan variabel tersebut sebagai deteksi dini dan marker dalam kasus preeklamsi  .  Kata Kunci: Berat Badan, Tekanan Darah, Protein, PEAL, Zink  
Gencat Seni ( Gerakan Cegah Stunting Sejak Dini ) untuk Mencegah Kejadian Stunting Dian Eka Nursyam; Sandra Ilona; Erin Desweni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/pengabmaskes.v3i2.355

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and behaviors of adolescent girls in preventing stunting from an early age through health education and the distribution of iron supplementation tablets as an effort to prevent anemia. The program was implemented through four stages: socialization of the activity to school authorities and participants, administration of pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge, attitudes, and behaviors, health education on stunting and anemia, and the distribution of iron tablets with teachers involved as program evaluators. The results showed that 87% of participants had good knowledge, 11% had moderate knowledge, and 2% had poor knowledge. Positive attitudes toward stunting prevention were demonstrated by 68% of participants, while 32% remained neutral or less supportive. In terms of behavior, 45% of participants were in the moderate category, 40% in the good category, and 15% in the poor category. Overall, this community service program was effective in improving the knowledge and attitudes of adolescent girls; however, continuous education and mentoring are still needed to ensure consistent adoption of stunting prevention behaviors in daily life.
Analysis of Knowledge, Attitudes and Behavior of SMAN 13 Padang Students Regarding Stunting Sandra Ilona; Erin Desweni; Dian eka Nursyam
Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Vol. 3 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jenius.v3i2.352

Abstract

Stunting remains a major public health problem in Indonesia, and its prevention requires early intervention, including among adolescents as future parents and productive generations. Adolescents play a strategic role in shaping long-term health and nutritional behaviors; therefore, understanding their knowledge, attitudes, and behaviors toward stunting is essential. This study aimed to describe the knowledge, attitudes, and behaviors of students at SMA Negeri 13 Padang regarding stunting. A descriptive study with a cross-sectional design was conducted. A total of 100 students were selected using an accidental sampling technique. Data were collected between November and December 2024 using a structured questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using univariate analysis with frequency and percentage distributions. The results showed that most respondents had good knowledge of stunting (87%) and positive attitudes toward stunting prevention (68%). However, preventive behaviors were predominantly categorized as moderate (45%) and were not fully aligned with the level of knowledge possessed. This study concludes that a gap exists between knowledge, attitudes, and preventive behaviors related to stunting among adolescents. Therefore, continuous school-based educational interventions focusing on behavioral change are recommended to strengthen stunting prevention efforts from an early age.
Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Masyarakat di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya Hendri Devita; Vitri Yuli Afni Amran; Nurhamidah Rahman; Nirmala Sari; Dian Eka Nursyam; Putri Engla Pasalina; Sevilla Ukhtil Huvaid; Jem Khairil; Annisa Wahyuni
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9682

Abstract

Angka kematian akibat henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) masih tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan pemberian pertolongan pertama. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) menjadi salah satu faktor penyebabnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari, khususnya Resusitasi Jantung Paru (RJP), di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang partisipatif, dengan metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu koordinasi dengan mitra terkait, pelaksanaan berupa edukasi melalui ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan demonstrasi serta simulasi praktik RJP secara langsung oleh peserta, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap pengetahuan serta keterampilan peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 di Masjid Baiturrahman Liki dan diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari perangkat nagari, kader posyandu, ibu-ibu PKK, dan masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan BHD. Mitra, yaitu Wali Nagari, Kepala Jorong, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, dan Puskesmas Sangir, memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan kegiatan. Pelatihan BHD berbasis komunitas seperti ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mengurangi keterlambatan pertolongan, dan menurunkan angka kematian akibat henti jantung di luar fasilitas kesehatan.
Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Remaja Stunting dan tidak Stunting di Posyandu Remaja Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Dian Eka Nursyam; Irwadi Irwadi; Rahmi Melfa Widodo
Jurnal Sehat Mandiri Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 19 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v19i2.1590

Abstract

Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2020, the prevalence of stunting in children worldwide reached 22% or 149.2 million, making it a global issue. Indonesia ranks second highest in Southeast Asia with a stunting prevalence of 31.8%, following Timor Leste at 48.8%. Adolescent girls suffering from anemia are at risk of becoming anemic pregnant women, as well as experiencing protein-energy deficiency. This increases the likelihood of giving birth to low birth weight (LBW) and stunted babies, along with complications during childbirth. The aim of this study was to examine the differences in hemoglobin levels between stunting and non-stunting adolescents. The study was conducted in 2022 at the adolescent health post of the Lubuk Buaya Padang Health Center, using non-probability sampling through consecutive sampling. This observational study employed a cross-sectional approach and involved 42 female adolescents aged 12-21 years. Quantitative data were processed manually and with computer software, and statistical tests were performed using the t-test at a significance level of α = ≤ 0.05. The results indicated that non-stunting adolescents had an average hemoglobin level of 12.8 g/dl, while stunting adolescents had an average level of 12.0 g/dl. The conclusion of this study is that there is no significant difference in hemoglobin levels between stunting and non-stunting adolescents.
Analisis Efektivitas Pemberian Rebusan Daun Sirih terhadap Waktu Penyembuhan Luka Perineum Dian Eka Nursyam; Sandra Ilona
Jurnal Sehat Mandiri Vol 20 No 1 (2025): Jurnal Sehat Mandiri, Volume 20 Nomor 1 Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33761/jsm.v20i1.1836

Abstract

The 2017 Indonesian Demographic and Health Survey (SDKI) reported that the leading causes of postpartum maternal mortality are bleeding (30%), infection (22.5%), and eclampsia (2.0%). Postpartum hemorrhage occurs in 49% of mothers, caused by retention, perineal rupture, and retained placenta. Before using green betel leaf decoction, 16 mothers (51.6%) had a degree 0 perineal wound, while after treatment, this increased to 26 mothers (83.9%).This study aims to determine the effectiveness of betel leaf decoction on perineal wound healing at BPM Hj. Yetti Latif, S.ST, Padang Pariaman, in 2023. It employs a quasi-experimental design, conducted from January to April, with 30 postpartum mothers selected through consecutive sampling. Data collection used a questionnaire, and analysis was performed using univariate and bivariate methods, with the Chi-Square test for hypothesis testing.The results show a p-value of 0.003 (α = 0.05), indicating a significant effect of betel leaf decoction on wound healing. Since p-value (0.003) < 0.05, H₀ is rejected, confirming the effectiveness of betel leaf decoction in accelerating perineal wound healing. This study concludes that betel leaf decoction is an effective natural remedy for postpartum perineal wound healing. Postpartum mothers are encouraged to use betel leaf decoction to promote faster recovery.