Obesitas pada remaja merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa dewasa. SMP Negeri 3 Banjarbaru merupakan salah satu sekolah dengan prevalensi obesitas remaja yang relatif tinggi di Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sedentari dan asupan energi dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Negeri 3 Banjarbaru. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 remaja yang dipilih menggunakan simple random sampling dengan metode undian. Data gaya hidup sedentari dikumpulkan menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), sedangkan asupan energi diperoleh melalui wawancara food recall 2×24 jam. Status gizi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,0% responden mengalami obesitas, 62,1% memiliki gaya hidup sedentari kategori tinggi, dan 67,8% memiliki asupan energi kategori lebih. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentari dengan kejadian obesitas (p<0,001; r=0,585) dengan kekuatan korelasi kuat. Asupan energi juga berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas (p<0,001; r=0,470) dengan kekuatan korelasi sedang. Semakin tinggi gaya hidup sedentari dan asupan energi, semakin berkaitan dengan kejadian obesitas pada remaja. Upaya pencegahan obesitas perlu diarahkan pada pengurangan aktivitas sedentari, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian asupan energi melalui penerapan pola konsumsi gizi seimbang.engan spasi tunggal.
Copyrights © 2026