Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Terhadap Status Gizi Dan Status Kesehatan Anak Sekolah Dasar Negeri Angsau 2 Pelaihari Norhasanah Norhasanah; Rosihan Anwar; Antias Eva Puspa Ningrum
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 7 No 1 (2016): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.208 KB)

Abstract

The state of health is the health situation experienced by a person and the disease is a factor that is associated with the state of health of a person. The health of a person is said to be good if in a person's body is good nutrition and a maximum satisfied. Meanwhile, nutritional status is a state of the body because of food consumption and utilization of nutrients; health status is affected by the balance between intake and expenditure of nutrients for its use by the body. Nutritional needs that have a role in child development largely covers energy, carbohydrates and proteins, vitamins and minerals are known as elements of nutrition that influence growth and development of children. The nutritional needs of children can be met from the intake of food or beverages consumed at home and consumed outside the home, or often referred to as a street food. In addition to the consumption of food as a major factor affecting the health and nutritional status of a person, there are also other factors that can affect the health of children, behavior of living healthy and clean. Clean and healthy lifestyle behaviors, in essence, is the prevention of human behavior of various diseases. This study aims to determine the relationship of clean and healthy lifestyle behaviors to the health and nutritional status of children SDN Angsau 2 Pelaihari. This research used analytic investigation with the design of the cross section. The study population for all students SDN Angsau 2 samples Pelaihari. total sample of 60 respondents with two criteria for inclusion and exclusion. Based on the results of the statistical tests of Spearman correlation showed there was have association between clean and healthy lifestyle behaviors (p = 0.000) with children’s health status and nutritional status of children SDN Angsau 2 Pelaihari. Keywords : Clean and Healthy Lifestyle Behaviors, Nutritional Status, Children’s Health Status
Hubungan Pengetahuan Gizi, Pendapatan Keluarga dan Pola Konsumsi dengan Status Gizi Remaja Elyawati Elyagizi19; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.160

Abstract

Remaja sangat rawan dengan kebutuhan zat gizi karena tumbuh kembang yang pesat dan aktivitas beragam. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi status gizi remaja usia 16-18 tahun kategori kurus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar 13,9%, angka ini menunjukkan prevalensi yang tinggi dibandingkan prevalensi secara nasional 9,5% dan provinsiKalimantan Selatan 8,9%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi, pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi remaja di tiga sekolah menengah atas di wilayah Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan yaitu Observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi seluruh siswa kelas X dan XI berjumlah 955 orang dengan sampel 100 orang diambil dengan teknik simple random sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan gizi cukup (58%), pendapatan keluarga rendah (54%), pola konsumsi kurang (52%) dan status gizi baik (77%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dengan status gizi remaja, ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi remaja. Remaja disarankan untuk memperhatikan status gizi dengan menggali informasi mengenai gizi dan meningkat asupan makan sesuai PUGS dan keanekaragaman makanannya yang bisa diperoleh dengan harga terjangkau.
Hubungan Aktifitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur, dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Hipertensi Dyah Samsiati; Nurhamidi; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.163

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang cukup dominan yang terjadi di seluruh dunia dan mengakibatkan kesakitan yang sangat tinggi. Hipertensi adalah suatu keadaan saat seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang hipertensi dan tidak hipertensi yang teregister di posbindu Puskesmas Martapura 1. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 86 subjek. Data primer primer berupa karakteristik responden, konsumsi buah dan sayur, dan kualitas tidur diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian dengan uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (ρ=0,007), ada hubungan antara konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi (ρ=0,001), ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi (ρ=0,000)
Pola Konsumsi Balita Dan Pola Asuh Ibu Berbuhungan Dengan Kejadian Underweight Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan Aulia Azkia; Yasir Farhat; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.175

Abstract

Underweight pada balita diakibatkan karena praktik pengasuhan yang dilakukan didalam keluarga. Penyebab underweight terdiri dari penyebab langsung dan tidak langsung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola konsumsi balita dan pola asuh ibu dengan kejadian underweight pada balita usia 24 – 59 bulan (Studi di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas Kabupaten Tanah Laut). Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas. Sampel penelitian balita usia 24 – 59  bulan diambil secara Sistematik Purposive Sampling. Variabel yang di teliti pola konsumsi balita dan pola asuh ibu. Analisis data menggunakan uji Spearman. Responden dengan kelompok usia sebagian besar usia 36 – 59 bulan (65,43%), jenis kelamin sebagian besar perempuan (56,79%), kelompok usia ibu sebagian besar 20 – 35 tahun (76,54%), tingkat pendidikan ibu sebagian besar tingkat dasar (64,19%), pekerjaan ibu sebagian besar tidak bekerja (67,90%), pekerjaan ayah sebagian besar petani (45,67%), status gizi balita sebagian besar non underweight (71,60%), pola konsumsi sebagian besar baik (62,96%), pola asuh sebagian besar baik (53,08%). Ada hubungan antara pola konsumsi balita dan pola asuh ibu dengan kejadian underweight pada balita usia 24 – 59 bulan.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Ibu dan Ketersediaan Sarana Air Bersih dengan Kejadian Diare pada Balita Fatimatu Zahra; Aprianti; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.185

Abstract

Diare merupakan penyebab kematian nomor dua didunia pada anak dibawah umur lima tahun, Data menunjukkan puskesmas Sungai Tabuk 3 menduduki urutan pertama yang memiliki prevalensi diare pada balita tertinggi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap ibu dan ketersediaan sarana air bersih dengan kejadian diare pada balita. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasionalanalitik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang bertempat tinggal diwilayah kerja puskesmas sungai tabuk 3 dengan sampel 95 oramg menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data pengetahuan, sikap, ketersediaan sarana air bersih dan kejadian diare didapatkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 64% balita diare, 45% pengetahuan responden baik, 64,2 sikap responden sedang dan 63% responden memiliki sarana air bersih . Analisis hasil uji statistik Chi-Square didapatkan ada hubungan pengetahuan (p < 0.036),  sikap (p < 0.000) dan ketersediaan sarana air bersih (p < 0.000) dengan kejadian diare pada balita diwilayah kerja puskesmas sungai tabuk 3. Para orang tua disarankan memahami pencegahan, penyebab, dan cara penanganan diare pada balita.
Hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Terhadap Status Gizi Dan Status Kesehatan Anak Sekolah Dasar Negeri Angsau 2 Pelaihari Norhasanah Norhasanah; Rosihan Anwar; Antias Eva Puspa Ningrum
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 7 No 1 (2016): November
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The state of health is the health situation experienced by a person and the disease is a factor that is associated with the state of health of a person. The health of a person is said to be good if in a person's body is good nutrition and a maximum satisfied. Meanwhile, nutritional status is a state of the body because of food consumption and utilization of nutrients; health status is affected by the balance between intake and expenditure of nutrients for its use by the body. Nutritional needs that have a role in child development largely covers energy, carbohydrates and proteins, vitamins and minerals are known as elements of nutrition that influence growth and development of children. The nutritional needs of children can be met from the intake of food or beverages consumed at home and consumed outside the home, or often referred to as a street food. In addition to the consumption of food as a major factor affecting the health and nutritional status of a person, there are also other factors that can affect the health of children, behavior of living healthy and clean. Clean and healthy lifestyle behaviors, in essence, is the prevention of human behavior of various diseases. This study aims to determine the relationship of clean and healthy lifestyle behaviors to the health and nutritional status of children SDN Angsau 2 Pelaihari. This research used analytic investigation with the design of the cross section. The study population for all students SDN Angsau 2 samples Pelaihari. total sample of 60 respondents with two criteria for inclusion and exclusion. Based on the results of the statistical tests of Spearman correlation showed there was have association between clean and healthy lifestyle behaviors (p = 0.000) with children’s health status and nutritional status of children SDN Angsau 2 Pelaihari. Keywords : Clean and Healthy Lifestyle Behaviors, Nutritional Status, Children’s Health Status
Hubungan Gaya Hidup Sendentari dan Asupan Energi dengan Kejadian Obesitas pada Remaja Di SMP Negeri 3 Banjarbaru Eka Nur Apriliana; Nurhamidi; Rosihan Anwar
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.259

Abstract

Obesitas pada remaja merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian karena dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa dewasa. SMP Negeri 3 Banjarbaru merupakan salah satu sekolah dengan prevalensi obesitas remaja yang relatif tinggi di Kota Banjarbaru. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya hidup sedentari dan asupan energi dengan kejadian obesitas pada remaja di SMP Negeri 3 Banjarbaru. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 87 remaja yang dipilih menggunakan simple random sampling dengan metode undian. Data gaya hidup sedentari dikumpulkan menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), sedangkan asupan energi diperoleh melalui wawancara food recall 2×24 jam. Status gizi ditentukan berdasarkan hasil pengukuran antropometri. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,0% responden mengalami obesitas, 62,1% memiliki gaya hidup sedentari kategori tinggi, dan 67,8% memiliki asupan energi kategori lebih. Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sedentari dengan kejadian obesitas (p<0,001; r=0,585) dengan kekuatan korelasi kuat. Asupan energi juga berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas (p<0,001; r=0,470) dengan kekuatan korelasi sedang. Semakin tinggi gaya hidup sedentari dan asupan energi, semakin berkaitan dengan kejadian obesitas pada remaja. Upaya pencegahan obesitas perlu diarahkan pada pengurangan aktivitas sedentari, peningkatan aktivitas fisik, serta pengendalian asupan energi melalui penerapan pola konsumsi gizi seimbang.engan spasi tunggal.
Hubungan Asupan Energi dan Protein dengan Keseimbangan Nitrogen Pada Pasien Pasca Bedah: Studi di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Kota Banjarmasin Hannia Fredlina Adhimulya; Magdalena Magdalena; Rosihan Anwar
Antigen : Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus: Antigen: Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Gizi
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/antigen.v4i3.1128

Abstract

Surgery induces a metabolic stress response that increases energy and protein requirements and accelerates the body’s protein catabolism. This can affect nitrogen balance. Adequate energy and protein intake are essential for maintaining muscle mass, accelerating wound healing, and supporting recovery. This study aims to analyze the relationship between energy and protein intake and nitrogen balance in post-cancer surgery patients at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin. A cross-sectional, observational analytical design was conducted from January to March 2026 with 15 respondents (total sampling). Intake was measured through a 24-hour food recall for two consecutive days. Nitrogen balance was calculated using protein intake and 24-hour urine urea nitrogen (UUN) values. Spearman rank analysis was used (). The results showed that the majority of respondents experienced a severe energy (66,7%) and protein (46,7%) deficit, but the majority (73,3%) had a positive nitrogen balance. No statistically significant relationship was found between energy intake and nitrogen balance (p = 0,121). Conversely, there was a significant relationship between protein intake and nitrogen balance (p = 0,016) with a strong positive correlation (r = 0,611). Protein intake is a more influential factor in nitrogen balance than energy intake. Hospitals are advisedto increase monitoring of high-protien diets, and future researchers are advised to increase the sample size and duration of their studies to ensure more representative results.