Latar Belakang: Demam merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan rambut jagung (Zea mays L.) mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antipiretik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antipiretik kombinasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh dan rambut jagung pada mencit putih jantan yang diinduksi pepton 5%. Metode: Penelitian eksperimental menggunakan 32 mencit yang dibagi menjadi delapan kelompok, yaitu kontrol normal, negatif, positif, ekstrak tunggal daun belimbing wuluh, ekstrak tunggal rambut jagung, serta kombinasi BW 1:RJ 2, BW 1:RJ 1, dan BW 2:RJ 1. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Pengujian meliputi standardisasi ekstrak, skrining fitokimia, identifikasi flavonoid menggunakan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan uji aktivitas antipiretik. Data dianalisis menggunakan Area Under the Curve (AUC), Shapiro-Wilk, Levene, dan One Way ANOVA. Kesimpulan: Kombinasi BW 2:RJ 1 menunjukkan kecenderungan penurunan suhu terbaik berdasarkan grafik dan AUC, tetapi One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p > 0,05). Dengan demikian, kombinasi ekstrak menunjukkan kecenderungan aktivitas antipiretik, tetapi belum terbukti lebih efektif secara statistik dibandingkan ekstrak tunggal.
Copyrights © 2026