Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi kulit yang umum dijumpai. Bahan alam seperti minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dan ekstrak etanol daun pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri dalam sediaan sabun padat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memformulasikan kombinasi ekstrak etanol daun pepaya Jepang dan minyak atsiri serai wangi dalam sediaan sabun padat, mengevaluasi mutu fisik, serta mengetahui aktivitas antibakterinya terhadap S. aureus ATCC 25923. Metode: Penelitian eksperimental laboratorium dilakukan dengan ekstraksi daun pepaya Jepang menggunakan metode maserasi etanol 70% dan perolehan minyak atsiri serai wangi melalui destilasi uap. Kombinasi bahan aktif diformulasikan menjadi tiga formula (F1, F2, dan F3). Evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, kadar air, asam lemak bebas, bahan tak larut etanol, lemak total, iritasi, dan hedonik. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram. Hasil: Seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik berdasarkan SNI dan menunjukkan aktivitas antibakteri. Formula dengan konsentrasi bahan aktif tertinggi menghasilkan daya hambat terbesar. Kesimpulan: Kombinasi kedua bahan aktif berhasil diformulasikan menjadi sabun padat yang memenuhi persyaratan mutu fisik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus ATCC 25923.
Copyrights © 2026