Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMA Plus Muhammadiyah Merauke dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) yang terintegrasi kearifan lokal Papua melalui pendekatan Lesson Study guna mewujudkan pendidikan berkualitas sesuai amanat Sustainable Development Goals (SDGs) Goal ke-4. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang mengintegrasikan workshop pelatihan dengan tiga siklus Lesson Study (Plan–Do–See) secara kolaboratif dan berkelanjutan, dilaksanakan selama enam bulan di SMA Plus Muhammadiyah Merauke, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Khalayak sasaran adalah 12 guru mata pelajaran yang mengampu bidang eksakta dan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor kompetensi guru sebesar 53,3%, dari 54,6 pada pre-test menjadi 83,7 pada post-test. Kegiatan menghasilkan enam set perangkat pembelajaran PBL terintegrasi kearifan lokal Papua yang seluruhnya berada dalam kategori sangat layak (skor rata-rata 3,72/4,00). Keterlibatan aktif peserta didik meningkat dari 62,4% pada Siklus I menjadi 84,2% pada Siklus III Lesson Study. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa sinergi antara PBL, integrasi kearifan lokal Papua, dan Lesson Study terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, kualitas perangkat pembelajaran, dan keterlibatan peserta didik secara signifikan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs Goal ke-4 di wilayah Papua.
Copyrights © 2026