Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi dan menganalisis fenomena Work-Life Balance (WLB) pada karyawan Generasi Z yang bekerja di Warung Brader Kediri, di mana kedai kopi ini beroperasi 24 jam sehari.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini juga menyelidiki bagaimana karyawan Generasi Z mempersepsikan, menginterpretasikan, dan mengelola batasan antara kewajiban pekerjaan yang intensif dan juga ranah pribadi mereka. Pengumpulan data ini dilakukan dengan wawancara yang mendalam (In-Depth Interview), obeservasi pasrtisipan, dan non-partisipan, serta dokumentasi terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik 5R. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi kompleks yang dialami oleh karyawan Generasi Z seperti konflik kerja-kehidupan (Work-Life Conflict), dan fasilitasi kerja-kehidupan (Work-Life Facilitation). Untuk mengatasi tuntutan fisik yang tinggi, dan tekanan multi peran (bekerja dan berkuliah), mereka secara aktif menerapkan strategi manajemen batasan (Border Management), informan bisa condong ke integrasi yang fleksibel maupun hanya condong ke salah satu prioritas informan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian Work-Life Balance berdampak pada kesejahteraan fisik, social, dan mental. Slain itu, fasilitasi dari Warung Brader Kediri ke karyawan bisa membantu untuk mengatasi konflik mereka antara kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi mereka.
Copyrights © 2026