Kawasan inti sejarah Kota Bukittinggi, khususnya Kelurahan Parit Antang, menyimpan pola morfologi kota yang terbentuk dari perpaduan struktur kolonial dan tradisi adat Minangkabau. Namun, dokumentasi lanskap historis kawasan ini masih terbatas pada data deskriptif dan peta konvensional yang belum mampu merekam detail spasial jaringan jalan, persil, dan tapak bangunan secara akurat, serta jarang dikaitkan dengan kerangka analisis morfologi kota sehingga pemahaman terhadap pola perkembangan kawasan menjadi tidak utuh. Penelitian ini mendokumentasikan lanskap historis Parit Antang melalui integrasi fotogrametri UAV dan analisis morfologi Conzenian. Data spasial resolusi tinggi diperoleh melalui pemotretan UAV untuk menghasilkan orthomosaic dan model permukaan digital, diproses dalam lingkungan GIS untuk mengekstraksi jaringan jalan, pola persil, dan tapak bangunan, kemudian dianalisis menggunakan tiga domain Conzen dan dibandingkan dengan data sejarah serta elemen budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan jaringan jalan nagari berperan sebagai morphological frame yang mengarahkan orientasi persil dan bangunan; pola persil bersifat organik dan komunal berbasis Tanah Suku yang menyatukan fungsi hunian, pertanian, dan spiritual; serta orientasi bangunan adat yang konsisten menghadap Gunung Merapi dan Singgalang. Temuan ini menegaskan bahwa persistensi morfologis kawasan tidak hanya bersifat fisik-spasial, tetapi juga ditopang oleh sistem kelembagaan adat dan nilai kosmologis yang terus direproduksi.
Copyrights © 2026