Penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mensintesiskan enam kajian terdahulu mengenai konstruksi wacana media, framing pemberitaan, serta implikasi sosial-ekonomi-politik Program MBG. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan menganalisis enam artikel jurnal yang membahas MBG dari sudut pandang analisis framing media daring (Detik.com, Kompas.com, Tempo.co, dan MetroTV News.com), perspektif kapabilitas Amartya Sen, serta dampak implementasi program di tingkat lokal khususnya Kabupaten Aceh Tenggara. Hasil kajian menunjukkan bahwa media massa cenderung membingkai MBG secara berbeda-beda sesuai kebijakan redaksional masing-masing: sebagian media menonjolkan capaian dan kebijakan pemerintah, sementara media lain lebih menyoroti tantangan teknis implementasi seperti kasus keracunan, kelemahan pengawasan, dan persoalan anggaran. Ditemukan pula kesenjangan signifikan antara narasi ideal yang dibangun media dengan kompleksitas realitas di lapangan yang melibatkan keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan tantangan sistemik. Selain itu, program ini dinilai masih bersifat konsumtif dan top-down, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih berkelanjutan serta penguatan transparansi dan tata kelola di tingkat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media massa berperan penting dalam mengonstruksi realitas kebijakan publik sesuai ideologi dan kepentingan institusionalnya, sehingga diperlukan literasi media kritis serta evaluasi kebijakan yang lebih komprehensif agar MBG dapat memberikan dampak keberlanjutan yang optimal bagi masyarakat.
Copyrights © 2026