Sistem basis data terdistribusi menjadi solusi untuk meningkatkan skalabilitas, ketersediaan layanan, dan toleransi kegagalan pada pengelolaan data berskala besar. Salah satu implementasinya adalah MongoDB Replica Set yang memanfaatkan replikasi antara node Primary dan Secondary. Namun, mekanisme replikasi menimbulkan tantangan dalam menjaga konsistensi data tanpa mengurangi performa sistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Strong Consistency dan Eventual Consistency terhadap write latency dan replication delay pada MongoDB Replica Set. Penelitian menggunakan metode kuantitatif eksperimental pada lingkungan Docker yang terdiri atas satu node Primary dan dua node Secondary. Data uji dibuat secara otomatis menggunakan Python dengan jumlah 10.000, 50.000, dan 100.000 dokumen. Pengujian dilakukan menggunakan konfigurasi WriteConcern("majority") untuk Strong Consistency dan WriteConcern(w=1) untuk Eventual Consistency. Hasil menunjukkan bahwa Eventual Consistency menghasilkan write latency yang sedikit lebih rendah pada volume 10.000 dokumen, sedangkan Strong Consistency memberikan nilai lebih rendah pada volume 50.000 dan 100.000 dokumen. Selain itu, rata-rata replication delay sebesar 0,023796 detik menunjukkan proses sinkronisasi data berlangsung stabil. Secara keseluruhan, kedua konfigurasi konsistensi menghasilkan performa yang relatif setara pada lingkungan pengujian. Oleh karena itu, pemilihan tingkat konsistensi lebih dipengaruhi oleh kebutuhan jaminan konsistensi data dibandingkan pertimbangan performa sistem.
Copyrights © 2026