Abad ke-21 ditandai oleh perkembangan teknologi yang pesat dan kompleksitas permasalahan global, sehingga menuntut pendidikan sains untuk mengembangkan kompetensi berpikir kritis pada peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dinilai mampu mendukung pencapaian kompetensi tersebut adalah model siklus belajar 5E. Integrasi teknologi ke dalam model ini dapat dilakukan melalui media interaktif seperti permainan edukatif nearpod. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penerapan model siklus belajar 5E terintegrasi nearpod. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi-experiment) dengan desain non-randomized control group pretest-posttest. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa di SMA Negeri 7 Kota Bengkulu, dengan sampel berjumlah 74 siswa yang terbagi dalam dua kelas: kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa tes tertulis dengan lima butir soal esai yang mengukur kemampuan berpikir kritis. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5% (0,05). Hasil uji-t terhadap nilai posttest menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang mengindikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan model siklus belajar 5E terintegrasi nearpod terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2025