Penelitian ini mengkaji konsep tacit knowledge menurut Michael Polanyi serta implikasinya terhadap metode bandongan di pesantren. Kajian ini dilatarbelakangi oleh dominasi paradigma ilmu eksplisit dalam pendidikan modern yang cenderung mengabaikan dimensi pengalaman dan relasi personal dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep tacit knowledge, yang menekankan bahwa pengetahuan tidak sepenuhnya dapat diungkapkan secara verbal, memiliki kesesuaian dengan metode bandongan. Dalam praktiknya, bandongan tidak hanya mentransmisikan ilmu secara tekstual, tetapi juga melalui aspek implisit seperti intonasi, penekanan makna, dan relasi antara kyai dan santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode bandongan memiliki legitimasi epistemologis sebagai bentuk pembelajaran berbasis tacit knowledge dan relevan untuk dikembangkan dalam sistem pendidikan yang lebih holistik.
Copyrights © 2026