Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dominasi Nyai dalam relasi guru-murid di lingkungan pesantren Madura dengan menggunakan perspektif teori relasi kuasa Michel Foucault. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk kepatuhan santri terhadap Nyai di Pondok Pesantren Annuqayah serta bagaimana dominasi tersebut terbentuk dan dijalankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan desain fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Nyai, santri aktif, pengurus, dan alumni pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan santri kepada Nyai berlandaskan pada keyakinan terhadap ilmu, karisma, otoritas moral, serta konsep barokah yang tertanam kuat dalam tradisi pesantren. Dominasi Nyai berlangsung tidak melalui paksaan atau kekerasan, melainkan melalui relasi pengetahuan, kekuasaan simbolik, dan wacana religius yang membentuk kesadaran santri untuk patuh secara sukarela. Dalam perspektif Foucault, relasi ini menunjukkan bahwa kekuasaan bekerja secara halus melalui internalisasi nilai dan praktik keseharian. Dominasi Nyai dalam pesantren bukan sekadar bentuk kontrol sosial, melainkan juga sarana pembentukan karakter, disiplin, dan etika santri.
Copyrights © 2026