Penelitian ini mengkaji konsep nikmat dalam kitab Al-Hikam karya Ibn ‘Athoillah As-Sakandari serta landasannya dalam Al-Qur’an. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa buku, jurnal ilmiah, kitab kuning, dan literatur relevan lainnya. Data primer meliputi pemikiran Ibn ‘Athoillah dalam Al-Hikam serta ayat-ayat Al-Qur’an dan penafsirannya yang berkaitan dengan konsep nikmat, baik tafsir klasik maupun kontemporer, serta tafsir bil ma’tsur dan bir ra’yi. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitik melalui proses seleksi, kategorisasi, dan interpretasi berdasarkan tema penelitian. Kajian ini menunjukkan empat temuan utama. Pertama, pokok seluruh kenikmatan dari Allah terdiri atas ni’matul ijad dan ni’matul imdad. Kedua, kesempurnaan nikmat terwujud ketika seorang hamba memperoleh kecukupan untuk memenuhi kebutuhannya, mensyukuri nikmat, serta tidak menggunakannya untuk berbuat aniaya dan melampaui batas. Ketiga, hakikat syukur adalah menggunakan nikmat sesuai tujuan penciptaan dan kehendak Allah. Keempat, karena nikmat Allah tidak terhitung, manusia perlu meyakini seluruh nikmat berasal dari-Nya, tidak menggunakannya untuk maksiat dan kelalaian, serta senantiasa memuji Allah sambil menyadari keterbatasan diri dalam mensyukurinya.
Copyrights © 2026