Penelitian ini mengkaji rendahnya kesadaran masyarakat terhadap sejarah lokal Jakarta Barat yang mendorong Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan pameran kearsipan perdana bertajuk "Dari Mulut ke Arsip: Toponimi dan Keragaman Jakarta Barat" pada September 2025. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi special event Public Relations yang diterapkan melalui pameran tersebut dalam membangun brand awareness masyarakat terhadap sejarah lokal Jakarta Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pameran diselenggarakan melalui tahapan POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang terstruktur dan menerapkan komunikasi dua arah simetris sesuai Excellence Theory Grunig. Pameran berhasil menggeser kesadaran pengunjung dari unaware of brand menuju brand recognition dan brand recall berdasarkan piramida Aaker, meskipun top of mind belum tercapai karena pameran baru pertama kali diselenggarakan. Pengalaman interaktif dan visual turut mendorong word of mouth organik di kalangan pengunjung.
Copyrights © 2026