Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman remaja terkait durasi penggunaan media sosial dan memahami bagaimana interaksi digital tersebut berkontribusi terhadap kemunculan gejala depresi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penggunaan media sosial yang tinggi pada remaja bukan sekadar masalah manajemen waktu, melainkan bentuk pelarian dari konflik emosional yang justru memperburuk gejala depresi. Remaja membutuhkan ruang aman yang valid di dunia nyata serta pendampingan psikologis untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan dunia digital.
Copyrights © 2026