Layanan WiFi Open Access di ruang publik perlu dievaluasi secara menyeluruh karena kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh kinerja teknis jaringan, tetapi juga oleh pengalaman pengguna selama mengakses layanan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas WiFi Open Access di Alun-Alun Kota Tegal melalui pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengukuran Quality of Service (QoS) dilakukan selama tujuh hari pada periode pagi, siang, dan malam menggunakan Wireshark, kemudian disajikan dalam bentuk rekapitulasi harian. Sementara itu, Quality of Experience (QoE) diperoleh dari 50 pengguna melalui teknik accidental sampling menggunakan kuesioner 10 butir yang dianalisis dengan Mean Opinion Score (MOS). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata throughput sebesar 15,81 Mbps, delay 32,29 ms, jitter 3,86 ms, dan packet loss 0,51%. Karena bandwidth nominal tidak terdokumentasi, throughput tidak diindeks, sedangkan indeks teknis delay, jitter, dan packet loss mencapai 3,67 dengan kategori Memuaskan. Nilai MOS keseluruhan sebesar 2,95 termasuk kategori Cukup, dengan Stability memperoleh skor tertinggi 3,19 dan Usability terendah 2,69. Perbedaan hasil QoS dan QoE ditafsirkan sebagai ketidakselarasan deskriptif, bukan hubungan statistik. Temuan ini menunjukkan pentingnya evaluasi QoS dan QoE secara komplementer, terutama untuk meningkatkan kemudahan koneksi, usability, dan pemantauan kualitas jaringan secara berkala
Copyrights © 2026