Bioteknologi konvensional merupakan pemanfaatan mikroorganisme dalam proses produksi tanpa rekayasa genetika, salah satunya melalui fermentasi tradisional. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses fermentasi sopi pada masyarakat suku Amanatun di Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam perspektif bioteknologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur dari jurnal ilmiah terindeks. Hasil menunjukkan bahwa sopi dihasilkan melalui fermentasi nira lontar (Borassus flabellifer) oleh mikroorganisme alami seperti Saccharomyces cerevisiae, Lactobacillus, dan Acetobacter, yang kemudian dilanjutkan dengan proses distilasi sederhana. Proses ini tidak hanya memiliki dasar ilmiah biokimia, tetapi juga memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi dalam masyarakat lokal. Dengan demikian, fermentasi sopi merupakan bentuk nyata penerapan bioteknologi konvensional berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026