Kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat ditentukan oleh kemampuan guru menyampaikan pesan pembelajaran secara jelas, terstruktur, dan kontekstual dengan bidang keahlian siswa. Temuan awal di sekolah mitra menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan memahami materi ajar bukan karena materi yang terlalu sulit, melainkan karena penyampaian yang searah, padat istilah teknis, dan minim umpan balik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan kompetensi komunikasi guru mencakup kejelasan penyampaian, penggunaan bahasa yang sesuai tingkat siswa, komunikasi nonverbal, keterampilan bertanya dan memberi umpan balik, serta pemanfaatan media pendukung sehingga pemahaman materi ajar siswa meningkat. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu analisis kebutuhan dan diagnostik komunikasi kelas, pelatihan teori komunikasi instruksional, workshop microteaching dengan umpan balik terstruktur, serta evaluasi dan pendampingan lanjutan. Kegiatan diikuti oleh 28 guru dan melibatkan 96 siswa sebagai responden pemahaman materi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rerata skor kompetensi komunikasi guru dari 41% menjadi 88% kategori baik dan sangat baik, sedangkan rerata skor pemahaman materi ajar siswa naik dari 56% menjadi 86%. Dampak kegiatan ini adalah terbangunnya pola komunikasi kelas yang dialogis, meningkatnya partisipasi siswa, serta tersedianya panduan komunikasi instruksional yang dapat digunakan sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026