Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh coaching model GROW-ME terhadap kompetensi guru dalam menyusun asesmen pembelajaran peserta didik di sekolah dasar. GROW-ME merupakan pendekatan coaching yang meliputi tahapan Goal, Reality, Options, Will, Monitoring, dan Evaluation untuk memfasilitasi proses refleksi, perencanaan tindakan, pemantauan, dan evaluasi pengembangan profesional guru. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan nonequivalent control group design. Sebanyak 20 guru SD di Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, terlibat dalam penelitian dan terbagi menjadi kelompok eksperimen (n = 10) yang memperoleh coaching GROW-ME dan kelompok kontrol (n = 10). Data dikumpulkan melalui tes kompetensi, lembar observasi, dan wawancara terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, independent samples t-test, N-Gain, dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal kedua kelompok tidak berbeda signifikan (p = 0,227). Setelah intervensi, rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat dari 54,10 menjadi 79,50, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 53,20 menjadi 55,50. Hasil independent samples t-test menunjukkan perbedaan post-test yang signifikan antara kedua kelompok, t(18) = 23,87, p < 0,001. Rata-rata N-Gain kelompok eksperimen sebesar 0,5536 (kategori sedang), sedangkan kelompok kontrol sebesar 0,0495 (kategori rendah). Temuan tersebut menunjukkan bahwa guru yang memperoleh coaching GROW-ME memiliki peningkatan kompetensi penyusunan asesmen yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Penelitian ini memperluas bukti empiris penerapan GROW-ME sebagai pendekatan pendampingan profesional oleh pengawas sekolah untuk mengembangkan kompetensi asesmen guru SD dan merekomendasikan pengujian lebih lanjut pada sampel dan konteks satuan pendidikan yang lebih luas.
Copyrights © 2026