Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan STEM berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran IPA di tingkat SMA. Kajian dilakukan melalui studi literatur yang diperkuat dengan data hasil wawancara beberapa guru IPA salahs satu sekolah SMA di kota Brebes. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal mampu meningkatkan pemahaman konsep, kreativitas, kemampuan kolaborasi, dan keterampilan berpikir kritis siswa. Kearifan lokal seperti pembuatan telur asin, tape ketan, pengolahan minyak jelantah, dan pemanfaatan tanaman obat tradisional dapat dijadikan konteks pembelajaran yang lebih bermakna dan kontekstual. Meskipun demikian, implementasi STEM masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep STEM, kurangnya media pembelajaran yang aplikatif, serta keterbatasan waktu dan fasilitas pendukung. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan media dan pelatihan bagi guru agar pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal dapat diterapkan secara optimal di sekolah.
Copyrights © 2026