Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola interaksi kolaboratif antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat dengan komunitas wirausaha muda dalam upaya penguatan ekosistem ekonomi kreatif, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kolaborasi, serta menganalisis dampaknya terhadap keberlanjutan ekosistem tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan lima informan yang terdiri atas perwakilan dinas terkait, ketua dan anggota komunitas wirausaha muda, serta akademisi pendamping program, melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi berlangsung melalui tiga jalur, yaitu kelembagaan formal, pendampingan partisipatif, dan komunikasi digital, yang membentuk pola interaksi multiarah antara pemerintah dan komunitas. Faktor pendukung utama meliputi komitmen kepemimpinan daerah dan ketersediaan infrastruktur digital, sementara faktor penghambat mencakup birokrasi yang kompleks, rendahnya literasi digital, serta keterbatasan akses pembiayaan dan sertifikasi. Kolaborasi ini terbukti berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas individu, penguatan identitas kolektif, dan perluasan jejaring pemasaran, meskipun manfaatnya belum merata di seluruh wilayah kabupaten. Penelitian ini merekomendasikan penyederhanaan birokrasi, perluasan jangkauan program, serta penguatan regenerasi kepemimpinan komunitas guna mendukung keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif berbasis kolaborasi pemerintah dan komunitas wirausaha muda di masa mendatang.
Copyrights © 2026