Jurnal Wilayah dan Lingkungan
Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026

Pemodelan Spasial Bahaya dan Wilayah Terdampak Tanah Longsor Menggunakan Model LISEM di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimangggung, Kabupaten Sumedang

Kemas Abel Ramadhan Putra (Department of Geography, Faculty of Mathematic and Natural Science, Universitas Indonesia, West Jawa, Depok City, Indonesia)
Masita Dwi Mandini Manessa (Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia)
Satria Indratmoko (Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia)
Supriyanto Suparno (Departemen Geosains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia)
Twin Hosea Widodo Kristyanto (Departemen Geosains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia)
Anisya Feby Efriana (Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia)
Diko Hary Adhanto (Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya tanah longsor. Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan risiko tinggi bencana tanah longsor. Desa Cihanjuang di Kabupaten Sumedang menjadi lokasi penelitian ini setelah terjadi bencana tanah longsor pada 2021 yang menimbulkan banyak korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan peristiwa tanah longsor di Desa Cihanjuang dan menentukan wilayah terdampak longsor dengan mempertimbangkan faktor permukiman. Metode yang digunakan adalah pemodelan Limburg Soil Erosion Model (LISEM) dengan mempertimbangkan parameter curah hujan, lereng, kekasaran permukaan, dan karakteristik tanah. Data sejarah kejadian tanah longsor digunakan untuk validasi hasil pemodelan. Selanjutnya, hasil pemodelan dihubungkan dengan data tutupan lahan permukiman untuk mengidentifikasi wilayah terdampak tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan sebaran aliran air dan padatan akibat tanah longsor serta volume tanah longsor yang diprediksi. Sebagian besar wilayah bahaya longsor berada pada area dengan lereng di atas 15% dengan total volume longsor yang diprediksi mencapai 3.361.527 m³. Wilayah terdampak tanah longsor di Desa Cihanjuang memiliki luas 15,7 Ha dengan jumlah penduduk terdampak sekitar 2.101 jiwa. Penelitian ini memberikan gambaran umum tentang wilayah bahaya longsor di Desa Cihanjuang dan dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan model dengan mempertimbangkan parameter lain yang berpengaruh.

Copyrights © 2026