Supriyanto
Universitas Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Identifikasi Endapan Bijih Besi Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah Menggunakan Korelasi serta Komparasi Metode IP-Resistivitas dan Magnetik Salsabila Sisqi Indreswari; Supriyanto; Agus Kuswanto
Jurnal Geosains Terapan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah menggunakan korelasi serta komparasi metode polarisasi terimbas (IP), resistivitas listrik, dan magnetik untuk memetakan keberadaan zona mineralisasi endapan bijih besi yang bersifat ekonomis. Luas daerah yang menjadi objek penelitian sekitar 0,3 km2. Konfigurasi elektroda yang digunakan pada metode geolistrik adalah konfigurasi Wenner dan terdapat lima lintasan pengukuran geolistrik berarah barat laut-tenggara dengan panjang setiap lintasan 470 m. Data resistivitas listrik dapat menunjukkan jenis litologi, zona alterasi, dan zona mineral logam. Data IP dapat menunjukkan adanya zona mineralisasi serta memetakan kondisi bawah permukaan mineralisasi endapan bijih besi secara lateral dan vertikal. Kemudian data magnetik yang diberikan mencakup area pengukuran geolistrik, sehingga dapat dilakukan profiling anomali magnetik pada setiap lintasan geolistrik. Data magnetik mampu memetakan zona batuan teralterasi dan zona struktur. Daerah penelitian berada pada batuan gunung api yang terdiri atas breksi berkomposisi andesit dan basal, aliran lava, batupasir tufan, tuf, serta intrusi andesit dan basal. Berdasarkan informasi geologi regional dan litologi daerah penelitian, genesa bijih besi pada daerah penelitian terbentuk dari proses hidrotermal dan tergolong bijih besi primer (bijih besi oksida–magnetit dan hematit).
Identifikasi Sesar di Bawah Permukaan yang Dapat Menyebabkan Gempa Berdasarkan Metode First Horizontal Derivative dan Second Vertical Derivative di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Priska Ezrahayu; Supriyanto
Jurnal Geosains Terapan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan ibu kota negara di Pulau Kalimantan, tepatnya di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sudah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Alasan pemindahan ibu kota negara disebabkan karena kecilnya risiko bencana alam, salah satunya bencana gempa bumi. Akan tetapi, berdasarkan catatan sejarah, wilayah Kalimantan Timur pernah mengalami gempa bumi dan dipotong oleh Sesar Sangkulirang dan Sesar Paternoster yang masih aktif. Meskipun magnitudo gempa tidak terlalu besar, gempa bumi yang berpusat di kedalaman yang dangkal (<60 km) dapat bersifat merusak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan jenis struktur bawah permukaan yang terdapat di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur dengan menggunakan metode gravitasi. Pengolahan data dianalisis menggunakan metode First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat sebaran anomali sebesar 6.4 mGal hingga 22.6 mGal. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur memiliki struktur berupa antiklin, sinklin, dan diduga terdapat sesar naik dan sesar normal. Data berupa peta seismisitas dan peta bahaya gempa bumi BMKG menunjukkan bahwa wilayah penelitian memiliki potensi gempa bumi rendah, dengan kata lain jika terjadi gempa bumi, lokasi penelitian dapat tetap merasakan getarannya. Maka dari itu, lokasi calon ibu kota negara baru dapat dikatakan memiliki potensi gempa bumi, namun magnitudo getaran yang dirasakan ringan dan tidak merusak.
Pemantauan Perubahan Tahanan Jenis Tanah Akibat Pemberian Pupuk Jenis NPK, Urea, ZA dan ZK pada Lahan Pertanian Terkondisi Menggunakan Alat Geolistrik Sederhana Mujahid Robbani; Supriyanto
Jurnal Geosains Terapan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara agraris, perkembangan pertanian di Indonesia semakin maju. Dampak buruk dari kemajuan pertanian ini adalah terjadinya degradasi lahan. Salah satu penyebab degradasi lahan adalah pemakaian pupuk yang berlebih pada lahan. Metode geofisika dapat digunakan dalam bidang lingkungan dan pertanian. Penelitian ini menggunakan metode tahanan jenis listrik untuk memantau perubahan nilai tahanan jenis listrik tanah akibat pemberian pupuk jenis NPK, Urea, ZA, dan ZK ke dalam tanah. Penelitian ini menggunakan konfigurasi Wenner dengan panjang lintasan 3 meter, menggunakan 16 elektroda dengan jarak antar elektroda 20 cm. Penelitian ini menggunakan lahan pertanian di daerah Magetan, Jawa Timur dengan ukuran 4,5 m x 8,5 m. Lahan tersebut dibagi menjadi 4 area/blok kemudian masing-masing area akan diberikan empat jenis pupuk yang berbeda. Keempat jenis pupuk dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1 gram pupuk : 10 ml air. Pengukuran tahanan jenis listrik dilakukan 5 kali yaitu sebelum pemberian pupuk serta 3 hari, 5 hari, 7 hari, dan 10 hari setelah pemberian pupuk. Pengukuran tahanan jenis listrik ini menggunakan alat geolistrik sederhana dengan menggunakan dua buah multimeter untuk mengukur arus dan tegangan dengan sumber tegangan 12 V. Hasil pengolahan data resistivitas dalam penampang 2 dimensi menunjukkan dalam rentang waktu 10 hari nilai resistivitas tanah mengalami...
Identifikasi Struktur Geologi Sebagai Potensi Area Jebakan Hidrokarbon Berdasarkan Integrasi Data Gaya Berat dan Data Seismik di Pulau Timor, Indonesia Timur Nur Rizky Amelia; Supriyanto; Haryono Haryanto
Jurnal Geosains Terapan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Timor merupakan salah satu pulau yang masuk ke dalam kawasan timur Indonesia dan memiliki potensi minyak dan gas bumi. Penelitian pada bagian barat Pulau Timor bertujuan untuk mengidentifikasi potensi area jebakan hidrokarbon berdasarkan struktur bawah permukaan. Kemampuan metode gravitasi dalam menententukan perbedaan densitas dan metode seismik dalam menentukan batas-batas struktur dapat memberikan informasi yang cukup jelas dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan. Kedua metode dalam penelitian ini digunakan dengan memanfaatkan pemodelan ke depan 2D data gravitasi satelit yang didukung dengan data sekunder berupa penampang seismik 2D dan data geologi permukaan. Model bawah permukaan dibuat pada dua lintasan, lintasan A-C dan lintasan D-F. Hasil pemodelan ke depan 2D data gravitasi satelit pada lintasan A-C dan D-F menunjukan lima lapisan batuan dengan kedalaman maksimum ±12,4 km yang terkonfirmasi cukup baik oleh data penampang seismik dan data geologi. Kesesuaian tersebut terlihat oleh model penampang struktur yang dibuat berdasarkan model penampang seismik menghasilkan nilai error yang cukup kecil, yaitu pada lintasan A-C memiliki error 3,93% dan pada lintasan D-F memiliki error 4,63%. Selain itu, analisis turunan horizontal pertama (FHD) dan turunan vertikal kedua (SVD) pada kedua lintasan dapat mengidentifikasi kemenerusan struktur sesar, yang juga teridentifikasi pada penampang seismik dan pemodelan yang dibuat. Model penampang struktur yang telah dibuat dapat memberikan gambaran element petroleum system Pulau Timor, sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan potensi area jebakan hidrokarbon dan sebagai infomasi awal dalam kegiatan eksplorasi.