Twin Hosea Widodo Kristyanto
Departemen Geosains, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kota Depok, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Groundwater Fluctuation Simulation in Pagelaran Landslide, Cianjur, Indonesia Twin Hosea Widodo Kristyanto; Asriza Asriza; R. Syahputra; Join Wan C. Sigalingging; Tito L. Indra
Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Badan Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.977 KB) | DOI: 10.34126/jlbg.v11i1.218

Abstract

Pagelaran is one of area in Southern Part of Cianjur. This area has high susceptibility of landslide. One of landslide in Pagelaran, which happened on December 2014, has destroyed 13 houses and damaged vital road along 200 m. A year later, it started to conduct observation regarding the slope. The research aimed to know the role of groundwater level fluctuation in Pagelaran Landslide. The geometry of slope and its slip surface were determined using Electrical Resistivity Tomography. The actual groundwater level was determined by measuring it from surrounding artesian wells. Parameters angle of friction, cohesion, and unit weight were obtained from laboratory tests toward undisturbed soil samples. These data were used for analyzing the actual slope stability condition. Then it was conducted the simulation of slope stability in accordance with fluctuations of groundwater level. The simulation was done by raising the groundwater level with range of 0.5 m. The results showed that the actual slope stability was in critical condition with the value of safety factor 1.044. It also showed that slope stability waned as rising of groundwater level. The value of safety factor was reduced by an average of 0.034 in each 0.5 m up of groundwater level until it became failure (FS<1) when the groundwater level was 0.95 m above the actual position. Therefore, it can be concluded that the position of groundwater level played a role toward the stability of slope in Pagelaran. The rising 0.5 m of groundwater level position will reduce the slope safety factor by 0.034. The slope will become failure if the position of groundwater level rises by 0.95 meter from the actual position. To prevent the rising of groundwater level in rainy season, which can trigger landslide, it can be attached pipes along the slope body to flow the groundwater through them.
Pemodelan Spasial Bahaya dan Wilayah Terdampak Tanah Longsor Menggunakan Model LISEM di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimangggung, Kabupaten Sumedang Kemas Abel Ramadhan Putra; Masita Dwi Mandini Manessa; Satria Indratmoko; Supriyanto Suparno; Twin Hosea Widodo Kristyanto; Anisya Feby Efriana; Diko Hary Adhanto
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 14, No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.14.2.138-160

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam, salah satunya tanah longsor. Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan risiko tinggi bencana tanah longsor. Desa Cihanjuang di Kabupaten Sumedang menjadi lokasi penelitian ini setelah terjadi bencana tanah longsor pada 2021 yang menimbulkan banyak korban jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan peristiwa tanah longsor di Desa Cihanjuang dan menentukan wilayah terdampak longsor dengan mempertimbangkan faktor permukiman. Metode yang digunakan adalah pemodelan Limburg Soil Erosion Model (LISEM) dengan mempertimbangkan parameter curah hujan, lereng, kekasaran permukaan, dan karakteristik tanah. Data sejarah kejadian tanah longsor digunakan untuk validasi hasil pemodelan. Selanjutnya, hasil pemodelan dihubungkan dengan data tutupan lahan permukiman untuk mengidentifikasi wilayah terdampak tanah longsor. Hasil penelitian menunjukkan sebaran aliran air dan padatan akibat tanah longsor serta volume tanah longsor yang diprediksi. Sebagian besar wilayah bahaya longsor berada pada area dengan lereng di atas 15% dengan total volume longsor yang diprediksi mencapai 3.361.527 m³. Wilayah terdampak tanah longsor di Desa Cihanjuang memiliki luas 15,7 Ha dengan jumlah penduduk terdampak sekitar 2.101 jiwa. Penelitian ini memberikan gambaran umum tentang wilayah bahaya longsor di Desa Cihanjuang dan dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan model dengan mempertimbangkan parameter lain yang berpengaruh.