Rendahnya literasi numerasi siswa dan belum optimalnya integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika menjadi permasalahan utama yang dihadapi guru matematika yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kabupaten Sidenreng Rappang. Sebagian besar guru belum mengintegrasikan etnomatematika ke dalam media pembelajaran berbasis digital, sementara pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran interaktif masih sangat terbatas meskipun akses siswa terhadap perangkat digital tergolong tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam mengembangkan media gamifikasi numerik berbasis etnomatematika digital yang kontekstual dengan kearifan lokal Bugis Sidenreng Rappang. Metode pelaksanaan meliputi lima tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Sidenreng Rappang dan diikuti oleh guru-guru matematika SMP dan SMA yang tergabung dalam MGMP se-Kabupaten Sidenreng Rappang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep gamifikasi dan etnomatematika, meningkatnya keterampilan guru dalam merancang media numerasi interaktif berbasis konteks budaya lokal seperti motif tenun, rumah adat, dan sistem hitung tradisional Bugis, serta antusiasme dan respons positif peserta yang tercermin dari keaktifan selama sesi praktik dan diskusi. Kegiatan ini diharapkan mendorong terciptanya pembelajaran matematika yang lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna bagi siswa, sekaligus memperkuat peran MGMP sebagai pusat pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital di Kabupaten Sidenreng Rappang
Copyrights © 2026