Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar kreatinin pada pasien hipertensi sebagai indikator fungsi ginjal di RSUD Toto Kabila. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 15 pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar kreatinin serum dilakukan di Laboratorium RSUD Toto Kabila menggunakan Automatic Chemistry Analyzer Mindray BS-380, sedangkan data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, serta deskripsi karakteristik responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13 responden (86,7%) memiliki kadar kreatinin dalam kategori normal (0,5–1,3 mg/dL), sedangkan 2 responden (13,3%) memiliki kadar kreatinin abnormal (>1,3 mg/dL). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (73,3%) dan berada pada kelompok usia 45–59 tahun. Nilai kadar kreatinin berkisar antara 0,54 mg/dL hingga 25,07 mg/dL, dengan dua responden menunjukkan peningkatan kadar kreatinin yang mengindikasikan adanya penurunan fungsi ginjal. Disimpulkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi di RSUD Toto Kabila masih memiliki kadar kreatinin dalam batas normal, namun sebagian kecil telah mengalami peningkatan kadar kreatinin yang berpotensi menunjukkan gangguan fungsi ginjal. Oleh karena itu, pemeriksaan kreatinin serum secara berkala perlu dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pemantauan fungsi ginjal pada pasien hipertensi.
Copyrights © 2026