Budaya keselamatan pasien merupakan aspek penting dalammeningkatkanmutupelayanan kesehatan, namun kepatuhan tenaga kesehatan dalam penerapannya masihmenjaditantangan di RSUD Tanjung Priok. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaranfaktorindividu dan organisasi, menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengankepatuhanimplementasi budaya keselamatan pasien, serta mengidentifikasi faktor paling dominanyangmempengaruhi kepatuhan paramedis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengandesain cross-sectional dan model PRECEDE–PROCEED. Populasi penelitian adalahseluruhparamedis di RSUD Tanjung Priok sebanyak 70 orang dengan teknik total sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat, danmultivariatdengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar paramedis memilikipengetahuan baik (60,0%), sikap positif (74,3%), dan kepatuhan cukup baik(67,1%).Pengetahuan, sikap, budaya organisasi, pelatihan berkala, dan sosialisasi kebijakan berhubungansignifikan dengan kepatuhan, sedangkan motivasi pribadi, kesadaran risiko, dandukunganmanajemen tidak signifikan. Sosialisasi kebijakan menjadi faktor paling dominandalammempengaruhi kepatuhan implementasi budaya keselamatan pasien. Penelitian ini menegaskanpentingnya sosialisasi kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan paramedisdankeselamatan pasien. Kata kunci: Budaya, Keselamatan, Pasien, Kepatuhan, Paramedis
Copyrights © 2026