Industri Distributor Otomotif merupakan perusahaan yang bergerak dalam distribusi sparepart motor racing dengan aktivitas keluar-masuk barang yang cukup tinggi. Dalam pengelolaan persediaannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara stok fisik dengan data persediaan, khususnya pada produk Karburator. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab selisih stok, menentukan prioritas risiko, serta merancang simulasi Digital Kanban sebagai usulan perbaikan untuk mendukung peningkatan akurasi pencatatan persediaan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan data stock opname produk Karburator periode Maret–Agustus 2025. Metode Root Cause Analysis (RCA) digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab melalui Fishbone Diagram, sedangkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RCA menunjukkan bahwa penyebab selisih stok berasal dari faktor Man, Machine, Method, Material, dan Environment. Hasil FMEA menunjukkan bahwa pencatatan persediaan secara manual menjadi prioritas utama dengan nilai RPN 576, diikuti pembaruan data stok yang belum dilakukan secara real-time dengan nilai RPN 448. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang simulasi Digital Kanban yang mencakup identifikasi produk menggunakan barcode/QR code, pencatatan transaksi barang masuk dan keluar, validasi transaksi, pembaruan stok dan lokasi penyimpanan, monitoring persediaan, serta penyimpanan riwayat transaksi. Rancangan tersebut menunjukkan potensi perubahan proses pengelolaan persediaan dari pencatatan manual menjadi lebih terstruktur dan terdokumentasi secara digital. Namun, peningkatan akurasi stok secara aktual belum dapat diukur karena rancangan belum diimplementasikan langsung di perusahaan.
Copyrights © 2026