Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Lingkungan Hijau melalui Program Penanaman Pohon di Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan Arzad Bakhtiar; Jajang Nurjaman; Riksa Oktrian Biantara; Heni Nur Aini; Angga Widyas Swara
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.1074

Abstract

Minimnya ruang terbuka hijau dan rendahnya kegiatan lingkungan menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan. Progaram Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, kesadaran dan partisipasi masyarakat setempat dalam pelestarian lingkungan melalui program penghijauan berbasis partisipasi warga. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif dengan melibatkan ketua RT/RW, dan masyarakat dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di RT 004/RW 007 selama empat minggu dengan penanaman 15 bibit tanaman (pucuk merah, pohon zodia, dan pohon lavender). Evaluasi dilakukan melalui pengamatan visual pertumbuhan tanaman selama 30 hari pascatanam. Hasil menunjukan tingkat keberhasilan hidup tanaman sebesar 85% (13 dari 15 tanaman) dan meningkatnya partisipasi warga dalam perawatan lingkungan. Program ini membuktikan bahwa penghijauan partisipatif efektif meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.
Peningkatan Efektivitas Mesin Tetrapak Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, Dan Total Productive Maintenance Di PT DCS Rachmat Gunawan; Sita Kurniaty Ratoko; Angga Widyas Swara; Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Ediargo Toyosito
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.804

Abstract

Penelitian ini dilakukan di PT DCS pada mesin A3Flex dan TBA200, yang mengalami penurunan efektivitas produksi akibat meningkatnya downtime, frequensy, dan waste. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel utama yang berkontribusi terhadap six big losses, memberikan gagasan untuk peningkatan dengan menggunakan metodologi TPM, serta mengevaluasi perubahan efisiensi mesin berdasarkan metrik OEE. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan lapangan, wawancara, serta catatan historis produksi dan waktu henti mesin dari Oktober 2025 hingga Maret 2026. Dilakukan analisis terhadap six big losses untuk mengidentifikasi penyebab utama kerugian yang memengaruhi efisiensi mesin. Hasil menunjukkan mesin A3Flex memiliki tingkat waktu henti yang lebih tinggi dan operasi yang kurang stabil dibandingkan dengan mesin TBA200. Penyebab utama yang berkontribusi terhadap efektivitas mesin yang kurang baik meliputi equipment failure losses (9%) pada mesin TBA200 dan reduce speed losses (20%) pada mesin A3Flex, yang mengakibatkan berkurangnya ketersediaan dan kinerja. Setelah analisis, rekomendasi peningkatan dirumuskan melalui penerapan pilar TPM, khususnya autonomus maintenance dan planned maintenance, dengan menekankan inspeksi rutin, penjadwalan pemeliharaan preventif, dan pemantauan kondisi mesin secara berkala.
PERAMALAN PERMINTAAN PRODUK MAKANAN MX GUNA MENINGKATKAN AKURASI PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI PT XYZ Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Edhiargo Toyosito; Angga Widyas Swara; Abby Yazid Bustommy; Moch Eko Nugroho
Jurnal Multidisipliner Kapalamada Vol. 4 No. 04 (2025): JURNAL MULTIDISIPLINER KAPALAMADA
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/kapalamada.v4i04.2039

Abstract

Demand forecasting plays a crucial role in production planning and inventory control, particularly in the food industry, which is characterized by fluctuating demand and limited product shelf life. This study aims to analyze and apply demand forecasting methods for MX food products in order to improve the accuracy of production planning and inventory control at PT XYZ. Historical sales data are utilized to generate demand forecasts by comparing several quantitative methods, including moving average, exponential smoothing, and linear regression. The accuracy of each forecasting method is evaluated using forecasting error measurements such as Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results indicate that the method with the lowest forecasting error provides more accurate demand estimates, enabling the company to reduce excess inventory and stock shortages. Improved forecasting accuracy contributes to more efficient production planning, lower inventory costs, and better managerial decision-making at PT XYZ.
Analisis Deviasi Jadwal Produksi Menggunakan Critical Path Method (CPM), Line Balancing Dan Schedule Performance Index (SPI) Pada Proses Produksi PT Adil Makmur Fajar Rakay Edhiargo Toyosito; Nabila Alifia; Angga Widyas Swara
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1087

Abstract

Penjadwalan produksi merupakan aspek penting dalam menjamin kelancaran proses produksi agar target perusahaan dapat tercapai sesuai rencana. PT Adil Makmur Fajar masih menghadapi permasalahan berupa deviasi jadwal produksi yang ditandai dengan keterlambatan penyelesaian pekerjaan, ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun, serta pencapaian target produksi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deviasi jadwal produksi menggunakan metode Critical Path Method (CPM), Line Balancing, Schedule Performance Index (SPI), dan Fishbone Diagram. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa observasi dan wawancara serta data sekunder berupa jadwal produksi, laporan aktual produksi, data downtime mesin, dan data defect periode Januari–Mei 2026. Hasil analisis CPM menunjukkan bahwa seluruh aktivitas produksi pada proses packing berada pada jalur kritis sehingga setiap aktivitas harus diselesaikan sesuai urutan untuk menghindari keterlambatan. Hasil Line Balancing menunjukkan masih terdapat ketidakseimbangan beban kerja yang menyebabkan bottleneck dan idle time pada beberapa stasiun kerja. Perhitungan SPI menghasilkan nilai kurang dari satu pada sebagian besar periode pengamatan, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan produksi belum sesuai dengan jadwal yang direncanakan. Analisis Fishbone Diagram mengidentifikasi bahwa deviasi jadwal dipengaruhi oleh faktor manusia, mesin, metode, material, lingkungan, dan pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan disarankan melakukan preventive maintenance secara berkala, meningkatkan kompetensi operator melalui pelatihan, melakukan pemerataan beban kerja, serta menerapkan pemantauan kinerja jadwal menggunakan SPI secara rutin. Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketepatan jadwal produksi, mengurangi keterlambatan, dan meningkatkan efisiensi proses produksi.
Pengembangan Sistem Monitoring Efektivitas Mesin Berbasis Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC) Untuk Mendukung Preventive Maintenance Di PT Adil Makmur Fajar Ajeng Lidia Bian Meifenni; Mochamad Eko Nugroho; Lifia Citra Ramadhanti; Rakay Edhiargo Toyosito; Angga Widyas Swara
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1091

Abstract

PT Adil Makmur Fajar Manufaktur mengalami permasalahan tingginya downtime pada Mesin  1 Liter yang berdampak pada menurunnya efektivitas mesin serta belum optimalnya pelaksanaan preventive maintenance. Selain itu, proses monitoring kinerja mesin masih dilakukan secara manual sehingga informasi kondisi mesin belum tersaji secara cepat dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas mesin menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), menganalisis penyebab rendahnya efektivitas mesin dengan pendekatan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC), serta mengembangkan sistem monitoring berbasis Spreadsheet untuk mendukung preventive maintenance. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan DMAIC. Pengukuran efektivitas mesin dilakukan menggunakan OEE, sedangkan analisis penyebab permasalahan menggunakan Pareto, 5  Why, Mean Time Between Failure (MTBF), dan Mean Time To Repair (MTTR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data produksi, downtime, kualitas, dan aktivitas maintenance dalam satu media, sehingga proses pemantauan menjadi lebih cepat, akurat, dan terstruktur. Sistem ini juga mendukung pengambilan keputusan preventive maintenance serta penerapan continuous improvement dalam meningkatkan efektivitas mesin.
Implementasi Root Cause Analysis Sebagai Dasar TPM Pilar 4 (Focus Improvement) Dalam Pengurangan Downtime Mesin Packing Untuk Meningkatkan Overall Equipment Effectiveness Di PT ACD Hendra Maulana; Abby Yazid Bustommy; Angga Widyas Swara
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1114

Abstract

Downtime pada mesin Packing merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan efektivitas penggunaan mesin serta menghambat pencapaian target produksi di PT ACD. Meskipun nilai efektivitas mesin telah memenuhi standar, masih terdapat gangguan yang terjadi secara berulang sehingga diperlukan identifikasi penyebab utama dan tindakan perbaikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE), menentukan prioritas penyebab downtime menggunakan Diagram Pareto, mengidentifikasi akar penyebab menggunakan Root Cause Analysis (RCA), mengimplementasikan TPM Pilar 4 (Focused Improvement/Kobetsu Kaizen), serta mengevaluasi hasil implementasi terhadap downtime dan nilai OEE. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data downtime, data produksi, dan data kualitas produk pada mesin Packing PT ACD. Data sebelum implementasi diperoleh pada periode Agustus 2025–Januari 2026, sedangkan data sesudah implementasi diperoleh pada periode Maret–Mei 2026. Analisis dilakukan melalui perhitungan OEE, penyusunan Diagram Pareto, Root Cause Analysis menggunakan Fishbone Diagram dan Five Why Analysis, implementasi TPM Pilar 4 pada komponen Roll Tarik, serta evaluasi hasil implementasi berdasarkan perubahan downtime dan nilai OEE.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mesin Packing telah memenuhi standar World Class OEE sebesar 85%. Diagram Pareto mengidentifikasi empat jenis downtime dominan, yaitu Roll Tarik, Sealer, Sensor, dan Heater, dengan Roll Tarik sebagai penyumbang downtime terbesar sehingga dipilih sebagai prioritas perbaikan. Hasil Root Cause Analysis menunjukkan bahwa akar penyebab utama berasal dari ketidaksesuaian spesifikasi Bearing terhadap karakteristik beban eksentrik pada mekanisme stang eksentrik. Berdasarkan hasil tersebut dilakukan implementasi TPM Pilar 4 melalui modifikasi stang eksentrik dengan mengganti Ball Bearing 608 menjadi Rod End Bearing PHS-8. Implementasi perbaikan berhasil menurunkan downtime serta meningkatkan nilai OEE mesin Packing. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi Overall Equipment Effectiveness (OEE), Diagram Pareto, Root Cause Analysis (RCA), dan TPM Pilar 4 (Focused Improvement/Kobetsu Kaizen) dapat digunakan sebagai pendekatan yang sistematis untuk menentukan prioritas permasalahan, mengidentifikasi akar penyebab, mengimplementasikan tindakan perbaikan, serta meningkatkan efektivitas mesin Packing.
Perancangan Separator Steam Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Metode Activity Based Costing (ABC) Pada Proses Produksi Kopiko Usep Supriyadi; Sita Kurniaty Ratoko; Angga Widyas Swara
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.262

Abstract

Pemakaian steam pada proses produksi Kopiko berperan penting sebagai media perpindahan panas dalam proses produksi. Kualitas steam yang baik akan meningkatkan efisiensi perpindahan panas sehingga proses produksi dapat berlangsung secara optimal. Namun, masih terbawanya kondensat (wet steam) pada jalur distribusi menyebabkan kualitas steam menurun sehingga konsumsi steam meningkat, efisiensi perpindahan panas berkurang, dan biaya operasional produksi meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya perbaikan pada sistem distribusi steam untuk menghasilkan dry steam yang lebih berkualitas sehingga pemakaian energi menjadi efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan potensi kegagalan pada sistem distribusi steam menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), merancang separator steam sebagai usulan perbaikan, serta menganalisis biaya pemakaian steam menggunakan metode Activity Based Costing (ABC). Data penelitian diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi perusahaan, serta pengumpulan data penggunaan steam periode Januari-Juni 2026. Analisis FMEA dilakukan melalui penilaian Severity, Occurrence, dan Detection untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa wet steam merupakan penyebab utama pemborosan steam dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 448 sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Berdasarkan hasil perancangan separator steam dan analisis biaya menggunakan metode ABC, usulan perbaikan diperkirakan dapat meningkatkan kualitas uap kering (dry steam), menurunkan konsumsi steam sebesar 49,771 kg, serta menurunkan estimasi biaya pemakaian steam dari Rp32.789.857 menjadi Rp29.510.852 sehingga diperoleh potensi penghematan sebesar Rp3.279.005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usulan separator steam berpotensi meningkatkan efisiensi pemakaian steam, mengurangi pemborosan energi, serta menurunkan biaya operasional pada proses produksi Kopiko.
Perancangan Simulasi Digital Kanban Untuk Meningkatkan Akurasi Pencatatan Stock Produk Karburator Di Industri Distributor Otomotif Lifia Citra Ramadhanti; Deswina Sari; Angga Widyas Swara
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.296

Abstract

Industri Distributor Otomotif merupakan perusahaan yang bergerak dalam distribusi sparepart motor racing dengan aktivitas keluar-masuk barang yang cukup tinggi. Dalam pengelolaan persediaannya masih ditemukan ketidaksesuaian antara stok fisik dengan data persediaan, khususnya pada produk Karburator. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab selisih stok, menentukan prioritas risiko, serta merancang simulasi Digital Kanban sebagai usulan perbaikan untuk mendukung peningkatan akurasi pencatatan persediaan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan data stock opname produk Karburator periode Maret–Agustus 2025. Metode Root Cause Analysis (RCA) digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab melalui Fishbone Diagram, sedangkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RCA menunjukkan bahwa penyebab selisih stok berasal dari faktor Man, Machine, Method, Material, dan Environment. Hasil FMEA menunjukkan bahwa pencatatan persediaan secara manual menjadi prioritas utama dengan nilai RPN 576, diikuti pembaruan data stok yang belum dilakukan secara real-time dengan nilai RPN 448. Berdasarkan hasil tersebut, dirancang simulasi Digital Kanban yang mencakup identifikasi produk menggunakan barcode/QR code, pencatatan transaksi barang masuk dan keluar, validasi transaksi, pembaruan stok dan lokasi penyimpanan, monitoring persediaan, serta penyimpanan riwayat transaksi. Rancangan tersebut menunjukkan potensi perubahan proses pengelolaan persediaan dari pencatatan manual menjadi lebih terstruktur dan terdokumentasi secara digital. Namun, peningkatan akurasi stok secara aktual belum dapat diukur karena rancangan belum diimplementasikan langsung di perusahaan.
Penerapan HIRADC, BBS, Dan HFACS Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Di PT Ledeng Cabang Citra Raya Febri Kosasi; Rakay Edhiargo Toyosito; Angga Widyas Swara
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.307

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, menganalisis perilaku keselamatan pekerja, serta mengidentifikasi faktor manusia dan organisasi yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja pada aktivitas perbaikan jaringan pipa di PT Ledeng Cabang Citra Raya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan mengintegrasikan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), Behavior Based Safety (BBS), dan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan data kecelakaan kerja tahun 2025. Populasi terdiri atas 30 pekerja lapangan, dengan 120 pengamatan perilaku menggunakan Critical Behavior Checklist dan wawancara terhadap 5 informan secara purposive. Hasil menunjukkan 21 potensi bahaya pada enam aktivitas utama. Sebanyak 4 bahaya (19,05%) termasuk risiko tinggi dan 17 bahaya (80,95%) termasuk risiko sedang. BBS menemukan 69 perilaku tidak aman (57,50%) dan 51 perilaku aman (42,50%). Ketidakpatuhan prosedur dan pemasangan barikade menjadi indikator unsafe behavior tertinggi sebesar 66,67%. HFACS menunjukkan Unsafe Acts sebagai faktor dominan sebesar 61,90%. Integrasi ketiga metode menghasilkan pengendalian yang mencakup aspek teknis, perilaku, pengawasan, dan organisasi.
Evaluasi Dan Peningkatan Efisiensi Proses Packaging Produk Wafer Menggunakan Metode OEE, Line Balancing, Dan FMEA Eka Sahari Arosanto; Angga Widyas Swara; Lifia Citra Ramadhanti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.548

Abstract

Proses packaging produk wafer pada jalur Modern Trade belum mencapai target produksi secara konsisten karena downtime mesin, aktivitas manual, ketidakseimbangan beban kerja, dan potensi bottleneck. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas proses packaging menggunakan Overall Equipment Effectiveness, mengidentifikasi losses dominan melalui Six Big Losses, menganalisis keseimbangan lini, menentukan titik kritis proses, serta menetapkan prioritas perbaikan menggunakan Failure Mode and Effect Analysis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data produksi dan pengamatan proses. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran waktu siklus, dokumentasi produksi, dan wawancara dengan operator serta teknisi. Hasil sebelum perbaikan menunjukkan Availability 89,29%, Performance 86,96%, Quality 98,50%, dan efektivitas peralatan keseluruhan 76,46%. Breakdown Losses menjadi losses terbesar sebesar 10,71%, diikuti Reduced Speed Losses 6,67% dan Idling and Minor Stoppages 4,76%. Line Efficiency mencapai 84,50% dengan Balance Delay 15,50% dan Smoothness Index 2,68. Analisis risiko menempatkan Best Pack manual sebagai risiko tertinggi dengan nilai prioritas risiko 486, diikuti pouch saling lengket dengan nilai 320. Implementasi mesin packaging otomatis pada In Pouch dan Best Pack serta preventive maintenance meningkatkan efektivitas peralatan keseluruhan menjadi 90,62%, output menjadi 2.340 karton per shift, Line Efficiency menjadi 93,80%, dan mengurangi operator dari 30 menjadi 21 orang.