Proyek konstruksi gedung memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian kinerja proyek, khususnya dari aspek biaya dan waktu. Permasalahan yang sering terjadi meliputi keterlambatan pengadaan material, perubahan desain dan pekerjaan, kondisi cuaca, keterbatasan tenaga kerja, kesalahan pelaksanaan, serta kurang optimalnya koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proyek. Apabila risiko tersebut tidak diidentifikasi dan dikendalikan secara sistematis, dapat menyebabkan peningkatan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko yang berpengaruh terhadap kinerja biaya dan waktu pada proyek konstruksi gedung serta merumuskan strategi mitigasi terhadap risiko dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Probability Impact Matrix (PIM). Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi serta didukung oleh data dokumentasi proyek. Setiap faktor risiko dinilai berdasarkan tingkat probabilitas terjadinya dan besarnya dampak terhadap biaya dan waktu proyek. Nilai probabilitas dan dampak selanjutnya dikombinasikan untuk menentukan tingkat dan peringkat risiko melalui matriks probabilitas-dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah faktor risiko yang memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi memengaruhi kinerja biaya maupun waktu proyek. Risiko dominan pada aspek biaya terutama berkaitan dengan perubahan harga dan kebutuhan material, perubahan volume atau pekerjaan, serta kesalahan estimasi. Sementara itu, risiko dominan terhadap waktu berkaitan dengan keterlambatan material, perubahan pekerjaan atau desain, kondisi cuaca, produktivitas tenaga kerja, dan koordinasi antar pihak. Berdasarkan hasil pemetaan risiko, diperlukan strategi mitigasi berupa peningkatan perencanaan dan pengendalian pengadaan material, pengawasan terhadap perubahan pekerjaan, peningkatan koordinasi, pengendalian produktivitas tenaga kerja, serta pemantauan jadwal secara berkala. Penerapan manajemen risiko secara sistematis diharapkan dapat membantu pihak pengelola proyek dalam meminimalkan dampak risiko dan meningkatkan pencapaian kinerja biaya dan waktu proyek konstruksi gedung.
Copyrights © 2026