Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Strategi Rekayasa Lalu Lintas pada Jalur Alternatif Jembatan Bailey Awee Geutah–Teupin Reudeup Pasca Banjir Bandang Bireuen 2025 Muhammad Alghifari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6667

Abstract

Terputusnya Jembatan Kutablang pada akhir November 2025 akibat banjir bandang di Kabupaten Bireuen telah melumpuhkan jalur arteri primer Lintas Nasional Aceh–Medan. Pengalihan arus tunggal ke jembatan darurat tipe Bailey di poros Awee Geutah–Teupin Reudeup menciptakan kendala teknis berupa penyempitan lajur (bottleneck) ekstrem dengan lebar hanya 4 meter. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi rekayasa lalu lintas yang tepat guna meminimalisir kemacetan dan menjaga integritas struktur jembatan darurat. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi literatur sistematis terhadap berbagai regulasi, pedoman teknis PKJI 2023, dan penelitian manajemen trafik darurat terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem buka-tutup statis tidak efektif untuk volume kendaraan tinggi. Solusi yang direkomendasikan meliputi penerapan Shuttle System dinamis berbasis koordinasi HT, penyediaan holding bay untuk mencegah gridlock di kawasan pemukiman, pembatasan ketat tonase maksimal 12 ton, serta pengaturan jarak antar kendaraan (minimum spacing) 5-10 meter untuk menghindari beban statis berlebih pada struktur jembatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengawasan ketat terhadap beban dan kelancaran arus di jembatan darurat adalah kunci menjaga konektivitas tunggal Aceh–Medan hingga jembatan permanen kembali beroperasi.
Analisis Manajemen Risiko Terhadap Kinerja Biaya Dan Waktu Pada Proyek Konstruksi Gedung Menggunakan Metode Probability Impact Matrix Julsena Julsena; Muhammad Alghifari; Raiyan Raiyan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.488

Abstract

Proyek konstruksi gedung memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dan menghadapi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian kinerja proyek, khususnya dari aspek biaya dan waktu. Permasalahan yang sering terjadi meliputi keterlambatan pengadaan material, perubahan desain dan pekerjaan, kondisi cuaca, keterbatasan tenaga kerja, kesalahan pelaksanaan, serta kurang optimalnya koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proyek. Apabila risiko tersebut tidak diidentifikasi dan dikendalikan secara sistematis, dapat menyebabkan peningkatan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menentukan prioritas risiko yang berpengaruh terhadap kinerja biaya dan waktu pada proyek konstruksi gedung serta merumuskan strategi mitigasi terhadap risiko dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Probability Impact Matrix (PIM). Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi serta didukung oleh data dokumentasi proyek. Setiap faktor risiko dinilai berdasarkan tingkat probabilitas terjadinya dan besarnya dampak terhadap biaya dan waktu proyek. Nilai probabilitas dan dampak selanjutnya dikombinasikan untuk menentukan tingkat dan peringkat risiko melalui matriks probabilitas-dampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah faktor risiko yang memiliki tingkat risiko tinggi dan berpotensi memengaruhi kinerja biaya maupun waktu proyek. Risiko dominan pada aspek biaya terutama berkaitan dengan perubahan harga dan kebutuhan material, perubahan volume atau pekerjaan, serta kesalahan estimasi. Sementara itu, risiko dominan terhadap waktu berkaitan dengan keterlambatan material, perubahan pekerjaan atau desain, kondisi cuaca, produktivitas tenaga kerja, dan koordinasi antar pihak. Berdasarkan hasil pemetaan risiko, diperlukan strategi mitigasi berupa peningkatan perencanaan dan pengendalian pengadaan material, pengawasan terhadap perubahan pekerjaan, peningkatan koordinasi, pengendalian produktivitas tenaga kerja, serta pemantauan jadwal secara berkala. Penerapan manajemen risiko secara sistematis diharapkan dapat membantu pihak pengelola proyek dalam meminimalkan dampak risiko dan meningkatkan pencapaian kinerja biaya dan waktu proyek konstruksi gedung.