Breastfeeding self-efficacy (BSE) merupakan prediktor penting keberhasilan ASI eksklusif, namun keyakinan ibu hamil dan keterlibatan suami dalam persiapan menyusui masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas edukasi kesehatan berbasis audiovisual dan pendampingan suami terhadap BSE dan kesiapan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest with control group (nonrandomized) pada 60 ibu hamil trimester III di Puskesmas Cempaka Mulia, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada September–Oktober 2025. Kelompok intervensi (n=30) menerima edukasi audiovisual dan pendampingan aktif suami, sedangkan kelompok kontrol (n=30) menerima edukasi rutin. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney U. BSE meningkat signifikan pada kelompok intervensi (48,63±7,15 menjadi 63,87±6,42; p<0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (49,10±6,88 menjadi 51,03±6,95; p=0,118). Kesiapan ASI eksklusif meningkat dari 36,7% menjadi 86,7% pada kelompok intervensi (p<0,001), dibandingkan 40,0% menjadi 46,7% pada kontrol (p=0,289). Perubahan BSE dan kesiapan ASI eksklusif lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kontrol (p<0,001 dan p=0,001). Edukasi audiovisual yang dipadukan dengan pendampingan suami efektif meningkatkan BSE dan kesiapan pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil trimester III.
Copyrights © 2026