p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Surya Medika
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Optimalisasi Asuhan Kebidanan Komprehensif pada NY L Usia 29 tahun G3P1A1 Usia Kehamilan 33 Minggu dengan KEK di Puskesmas Cempaka Mulia: Optimization of Comprehensive Midwifery Care for NY L, 29 Years Old, G3P1A1, 33 Weeks of Pregnancy with KEK at Cempaka Mulia Community Health Center Rena Oki Alestari; Evy Kasanova; Neneng Safitri; Annisa Nur'aini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11519

Abstract

Latar belakang : Asuhan kebidanan komprehensif adalah layanan kesehatan yang diberikan secara berkelanjutan kepada ibu sejak masa kehamilan hingga masa KB. KEK ditandai dengan hasil pengukuran lila >23,5 cm pada ibu hamil, penyebabnya karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan protein, sehingga kebutuhan gizi tubuh tidak terpenuhi dan dapat menimbulkan risiko komplikasi seperti sering terjadi perdarahan saat melahirkan, atau bahkan kematian.Tujua$n$ pen$elitia$n$: Dapat memberikan asuhan kebidanan yang lengkap dari kehamilan sampai kontrasepsi, menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney pada Ny. L berusia 29 tahun dengan kehamilan ektopik. Metode: jenis penelitian adalah case study dengan menggambarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. L di Puskesmas Cempaka Mulia. Subjek penelitian adalah Ny. L Usia kehamilan 33 minggu. Penelitian menggunakan variabel bebas, lokasi di Puskesmas Cemapak Mulia Kab. Kotawaringin TImur pada Februari-April 2025. Hasil penelitian dianalisis menggunakan pendekatan manajemen asuhan 7 langkah varney dan pendokumentasian menggunakan SOAP. Hasil: Asuhan dimulai sejak kehamilan usia 33 minggu hingga 38 minggu, ditemukan lila 22 cm dengan kunjungan kehamilan 4 kali. Persalinan diusia 39 minggu berlangsung normal dengan lama kala I 5 jam, kala II 28 menit, kala III 5 menit, kala IV 2 jam. Kunjungan nifas 4 kali ditemukan asi ibu tidak lancar, kunjungan neonatus 3 kali, By. S dilakukan imunisasi dan Ny. L diberikan pelayanan KB. Kesimpulan: Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny. L G3P1A1 Usia 29 Tahun mendapatkan hasil fisiologis yang baik dan normal
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. R Usia 24 Tahun G2P1A0 dengan Resiko Tinggi Jarak Kehamilan < 2 Tahun di Puskesmas Baamang I Kabupaten Kotawaringin Timur: Comprehensive Midwifery Care for Mrs. R 24 Years Old, G2P1A0 with High-Risk Pregnancy and Interpregnancy Interval < 2 Years at Baamang I Community Health Center East Kotawaringin Regency Evy Kasanova; Lidia Widia; Neneng Safitri; Rena Oki Alestari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11707

Abstract

Tujuan Penulisan: Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif kepada Ny. R dengan jarak kehamilan <2 tahun di Puskesmas Baamang I Kotawaringin Timur. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Subjek adalah Ny. R yang menerima asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Baamang I pada Januari–April 2025. Penelitian mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi sesuai standar pelayanan kebidanan. Hasil: Asuhan dilakukan sejak kehamilan trimester III usia 34 minggu dengan 4 kali kunjungan antenatal, pertolongan persalinan, 3 kali kunjungan bayi baru lahir, 4 kali kunjungan masa nifas, dan 1 kali kunjungan KB. Hasil menunjukkan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan baik selama masa asuhan. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komprehensif berhasil dilaksanakan pada Ny. R mulai dari kehamilan trimester III hingga pelayanan KB, dengan hasil kondisi ibu dan bayi baik.
Analisis Korelasi Pengetahuan dan Perilaku Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting Balita di Wilayah Kerja BLUD UPT Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya: Correlation Analysis between Mothers’ Knowledge and Behavior in Efforts to Prevent Stunting among Toddlers in the Working Area of BLUD UPT Puskesmas Pahandut, Palangka Raya City Melisa Frisilia; Riska Ovany; Stefanicia Stefanicia; Neneng Safitri
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.12819

Abstract

Stunting merupakan gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang balita yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak tidak sesuai dengan anak seusianya. Adanya ibu balita yang belum memahami cara mencegah stunting, terutama dalam hal pengolahan makanan, pemenuhan kebutuhan gizi, penerapan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS), serta pentingnya melakukan pemantauan tumbuh kembang anak akan berpengaruh pada kejadian stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan  rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita sebanyak 45 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisis yang dilakukan adalah menggunakan uji rank spearman’s. Penelitian ini menunjukan hasil uji rank spearman’s, di dapatkan (p = 0,003< α = 0,05). Hal itu berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja BLUD UPT puskesmas Pahandut. Ibu dengan pemahaman dasar mengenai stunting yang cukup cenderung telah menerapkan sebagian besar praktik pencegahan stunting, seperti pemberian ASI eksklusif, MP ASI tepat, dan pengawasan pertumbuhan pada balita meskipun belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, upaya menurunkan prevalensi stunting melalui pencegahan primer harus semakin ditingkatkan dengan optimalisasi promosi kesehatan, agar ibu mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan pengetahuan yang lebih luas tentang stunting, sehingga mampu menerapkan perilaku pencegahan secara tepat.