Penelitian ini bertujuan menganalisis Collaborative Governance pemerintah daerah dalam pengembangan pondok pesantren di Kabupaten Sidenreng Rappang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka Ansell dan Gash yang meliputi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah daerah, pengurus pondok pesantren, serta masyarakat atau tokoh masyarakat. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi, dengan dukungan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah terbentuk dan didukung oleh kepercayaan antarpihak, kemauan bekerja sama, dukungan pemerintah, kemandirian pesantren, serta modal sosial masyarakat. Namun, kolaborasi belum optimal dan belum sepenuhnya terinstitusionalisasi. Komunikasi dan koordinasi masih situasional, akses informasi belum merata, keterlibatan pesantren lebih kuat pada tahap pelaksanaan daripada perencanaan, dan terdapat fragmentasi kewenangan antarinstansi. Hambatan lainnya adalah keterbatasan anggaran dan perbedaan kapasitas administrasi pesantren. Penguatan kolaborasi perlu diarahkan pada forum koordinasi rutin, pemetaan kebutuhan berbasis data, penetapan prioritas bersama, pembagian peran yang jelas, transparansi, peningkatan kapasitas administrasi, serta monitoring dan evaluasi bersama.
Copyrights © 2026