Penurunan status bandar udara dari internasional menjadi domestik merupakan perubahan kebijakan yang berpotensi memengaruhi kegiatan operasional, jaringan penerbangan, pemanfaatan fasilitas, serta pelayanan di bandar udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penurunan status internasional menjadi domestik terhadap aspek operasional penerbangan airside dan landside di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali serta mengetahui upaya yang diterapkan pengelola untuk mengoptimalkan operasional setelah perubahan status tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan tiga informan yang terlibat dalam kegiatan operasional Bandar Udara Adi Soemarmo yaitu petugas Data Entry Officer & Aviobride Operator, Apron Movement Control Officer, dan Airport Operation & Services Coordinator. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan status internasional menjadi domestik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional harian, baik pada sisi airside maupun landside. Aktivitas runway, taxiway, apron, parking stand, terminal, pelayanan penumpang, pemeriksaan keamanan, dan penanganan bagasi tetap berjalan sesuai kebutuhan penerbangan dan prosedur yang berlaku. Perubahan status juga tidak menyebabkan perubahan berarti terhadap kebutuhan, pembagian tugas, dan beban kerja SDM operasional. Namun, dalam perkembangan selanjutnya terdapat kecenderungan penurunan jumlah penerbangan serta pergerakan penumpang dan barang, sementara peluang pengembangan rute internasional menjadi lebih terbatas. Upaya optimalisasi yang dilakukan meliputi penyesuaian penggunaan fasilitas, pemeliharaan kesiapan terminal internasional, pengaturan parking stand berdasarkan jadwal penerbangan, audit dan evaluasi operasional, pemanfaatan kritik dan saran pengguna jasa, survei customer experience, serta penguatan kerja sama dengan maskapai, ground handling, AirNav, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Pengembangan rute internasional melalui kegiatan market selling juga menjadi bagian dari strategi pengelola. Upaya tersebut semakin relevan dengan kembalinya status Bandar Udara Adi Soemarmo menjadi internasional, sehingga kesiapan fasilitas dan kerja sama stakeholder dapat mendukung pengembangan konektivitas penerbangan internasional.
Copyrights © 2026