Spiritualitas merupakan dimensi batin pencarian makna hidup, sementara pluralisme agama adalah pengakuan heterogenitas keyakinan dalam masyarakat multikultural. Keduanya menjadi piranti elementer penyatuan persepsi bersama tatanan harmonisasi kehidupan sosial, meski dihadapkan pada sikap intoleran, terutuma di Indonesia yang sangat majemuk. Penelitian ini mencoba mengungkap titik temu antara spiritualitas dan pluralism agama dalam satu bingkai keberagaman menuju sikap tasamuh, sejauhmana koherensi di antara keduanya dan apa yang menjadi indikator kesamaan dan perbedaannya. Dengan metode kualitatif dan penelitian pustaka, dilakukan studi komparatif terhadap gagasan beberapa sejarawan, teolog, dan pemikir Islam tentang teori-teori spiritualitas dan pluralism agama, bagaimana keduanya dapat mempengaruhi prilaku sosial masyarakat. Hasilnya ditemukan hubungan simbiotik spiritualitas dan pluralisme agama, terutama terletak pada aspek esoteris. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa perbedaan antara spiritualitas dan pluralism agama terletak pada aspek eksternal (eksoteris) prilaku umum manusia, namun tetap membawa pengaruh positif bagi tatanan kehidupan yang harmonis.
Copyrights © 2026