Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peternak dalam mengenali gejala awal penyakit virus pada bebek serta terbatasnya akses terhadap tenaga ahli atau dokter hewan, sehingga proses diagnosis masih dilakukan secara manual dan bergantung pada pengalaman peternak. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pakar yang mampu membantu diagnosis awal penyakit virus pada bebek dengan menerapkan metode Forward Chaining dalam mencocokkan gejala klinis dengan aturan pada basis pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, penyusunan basis pengetahuan berupa data penyakit, gejala, dan aturan (rule) IF-THEN, penerapan algoritma Forward Chaining sebagai mesin inferensi, serta pengujian akurasi sistem menggunakan Confusion Matrix dengan parameter Accuracy, Precision, dan Recall. Data yang digunakan berjumlah 18 penyakit dengan 30 gejala klinis yang disusun menjadi 18 aturan produksi dalam bentuk pohon keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mendiagnosis tiga penyakit virus utama pada bebek, yaitu Avian Influenza, Duck Viral Duck Viral Hepatitis, dan Duck Plague, dengan nilai accuracy sebesar 90%, rata-rata precision sebesar 91,1%, dan rata-rata recall sebesar 89,7% berdasarkan pengujian terhadap 20 data kasus riil. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem pakar berbasis Forward Chaining dapat dimanfaatkan oleh Peternakan Bebekku sebagai alat bantu diagnosis awal, penentuan isolasi bebek sakit, rekomendasi penanganan dini, serta pertimbangan konsultasi lanjutan kepada dokter hewan.
Copyrights © 2026