Perkembangan teknologi digital mendorong perlunya inovasi media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan konsep fisika abstrak serta memfasilitasi kemampuan berpikir kritis peserta didik. Materi gelombang stasioner merupakan salah satu materi fisika yang memiliki tingkat abstraksi tinggi sehingga memerlukan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas EMAR-(E-Module Augmented Reality Stationary) WAVE berbasis Deep Learning sebagai media pembelajaran fisika pada materi gelombang stasioner untuk peserta didik SMA. Produk yang dikembangkan berupa e-modul digital interaktif yang mengintegrasikan materi pembelajaran, visualisasi berbasis Augmented Reality, video pembelajaran, simulasi PhET, latihan soal berbasis indikator kemampuan berpikir kritis Ennis, serta kegiatan refleksi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang dilaksanakan hingga tahap development. Validasi produk dilakukan oleh tiga validator ahli yang terdiri atas dua dosen Pendidikan Fisika dan satu guru fisika SMA. Instrumen penelitian berupa lembar validasi menggunakan skala Likert empat tingkat yang mencakup aspek materi, penyajian, bahasa, visual, integrasi Augmented Reality, dan kemudahan penggunaan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EMAR-WAVE memperoleh nilai validitas rata-rata sebesar 90,27% dengan kategori sangat valid. Persentase validitas pada aspek materi sebesar 89,58%, penyajian 86,46%, bahasa 95,00%, visual 90,28%, integrasi Augmented Reality 90,00%, dan kemudahan penggunaan 91,67%, sehingga seluruh aspek memenuhi kriteria sangat valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa EMAR-WAVE layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika pada materi gelombang stasioner setelah dilakukan penyempurnaan berdasarkan masukan validator. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi e-modul, teknologi Augmented Reality, dan pendekatan Deep Learning dapat menjadi alternatif solusi bagi guru fisika dalam mengatasi keterbatasan visualisasi konsep abstrak, khususnya pada materi gelombang stasioner, sekaligus menjadi acuan bagi pengembang media pembelajaran lain dalam merancang produk sejenis pada materi fisika abstrak lainnya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji kepraktisan dan efektivitas media dalam pembelajaran
Copyrights © 2026